
JOSS.CO.ID, Jakarta – Perusahaan kilang minyak terbesar di Israel, Bazan Group, menyatakan bahwa seluruh fasilitas operasionalnya di Pelabuhan Haifa resmi dihentikan sementara. Penutupan ini dilakukan setelah serangan rudal Iran pada Senin malam (16/6), yang menyebabkan kerusakan serius dan menewaskan tiga pekerja.
Serangan yang terjadi sebelum fajar itu menimbulkan kebakaran besar di kawasan industri vital tersebut. Video yang beredar memperlihatkan kobaran api membumbung tinggi, sementara petugas pemadam kebakaran terus berjuang mengendalikan situasi, seperti dilaporkan oleh media Israel Haaretz.
Dalam laporan resminya ke Bursa Efek Tel Aviv, Bazan mengungkapkan bahwa pembangkit listrik internal yang menyuplai uap dan energi ke kilang mengalami kerusakan parah.
“Pembangkit utama yang menunjang operasional grup mengalami dampak signifikan, dan seluruh unit produksi kini telah dihentikan,” jelas pihak perusahaan, Selasa (17/6).
Manajemen Bazan juga menyampaikan bahwa mereka sedang melakukan penilaian menyeluruh terhadap skala kerusakan serta potensi dampaknya terhadap aktivitas bisnis. Evaluasi ini akan menjadi dasar dalam merancang langkah penanganan selanjutnya.
Konflik antara Iran dan Israel kian memanas sejak serangan udara Israel pada Jumat (13/6) lalu yang menyasar beberapa lokasi penting di Iran. Balasan dari pihak Iran, termasuk serangan ke kilang Bazan, menjadi bagian dari pertempuran udara yang sudah berlangsung selama empat hari terakhir. Hingga kini, setidaknya 244 orang tewas di Iran dan 24 korban jiwa tercatat di Israel akibat eskalasi konflik ini.
Insiden ini sekaligus menunjukkan besarnya risiko kerusakan infrastruktur strategis dalam konflik bersenjata, terutama pada sektor energi yang sangat vital bagi stabilitas negara.

Leave a Reply