‎Kementerian Kebudayaan Apresiasi Event Banyumas Lengger Bicara, Dorong Budaya Jadi Arus Utama Pembangunan

Ilustrasi event Banyumas, lengger bicara. (Foto: pemkab Banyumas)

JOSS.CO.ID, Banyumas – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Banyumas Lengger Bicara, sebuah program seni dan budaya yang diinisiasi oleh Yayasan Lengger Bicara Banyumas dan telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut.

‎Dalam puncak acara yang digelar di GOR Satria, Purwokerto, Minggu (22/6), Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menegaskan bahwa Lengger Banyumas bukan sekadar kesenian tradisional, melainkan energi yang menghidupkan daya kreasi, semangat kolektif, serta imajinasi masyarakat lokal.

‎“Melestarikan lengger berarti menjaga energi budaya masyarakat Banyumas. Ini bukan hanya warisan, tapi kekuatan hidup,” ucap Restu di hadapan para pegiat budaya.

‎Ia juga menyebut bahwa Kementerian Kebudayaan turut berperan dalam kegiatan “Lengger 24 Jam”, bagian dari rangkaian acara Banyumas Ngibing 24 Jam Menari yang digelar Mei 2025 lalu. Dukungan itu diwujudkan melalui kolaborasi aktif dengan para seniman, budayawan, dan komunitas lokal.

‎Restu mengapresiasi keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan, hingga tokoh budaya seperti Andy F. Noya dan maestro lengger Riyanto.

“Gotong royong ini memperlihatkan bahwa pembangunan berbasis kebudayaan bisa dijalankan bersama dan menciptakan dampak luas,” tegasnya.

‎Ia berharap kolaborasi semacam ini bisa diperluas ke wilayah lain, menjadi contoh bagaimana budaya dapat menjadi dasar dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat pendidikan dan identitas daerah.

‎Restu juga mengajak pemerintah daerah mengubah paradigma lama yang menganggap kebudayaan hanya sebagai beban biaya.

‎“Sudah saatnya kita menjadikan kebudayaan sebagai investasi. Lewat acara seperti ini terbukti bahwa kebudayaan juga menggerakkan ekonomi kreatif Banyumas dan membuka peluang kesejahteraan,” jelasnya.

‎Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Banyumas, Junaidi, Bupati Sadewo Tri Lastiono menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung komunitas budaya lokal. Baginya, kegiatan Banyumas Lengger Bicara tak hanya menjadi tontonan, melainkan ruang refleksi dan strategi untuk mengangkat budaya sebagai pusat pembangunan.

‎“Kepada generasi muda, cintailah budaya daerah. Warisan ini bukan sekadar pertunjukan, tapi juga nilai luhur seperti gotong royong dan harmoni yang harus kita jaga bersama,” pesan Bupati Sadewo.

‎Acara event budaya Jawa Tengah ini diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pelestarian budaya lokal bukan hanya tanggung jawab seniman, melainkan gerakan bersama yang menghidupkan identitas dan ekonomi daerah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*