
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mewakili Indonesia dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut yang berlangsung di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Jumat (20/6), disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kerja sama ini mencakup pengembangan jaringan 5G, pengelolaan spektrum frekuensi radio, penguatan keamanan siber, serta inisiatif pengembangan Internet of Things (IoT).
Pemerintah juga akan mempelajari sistem layanan broadband terjangkau yang telah diterapkan Rusia, di mana tarif internet rumah bisa ditekan hingga Rp100 ribu per bulan dan menjangkau 92% populasi.
“Diplomasi digital Indonesia kini berjalan konkret. Kami ingin hasil nyata yang mempercepat transformasi digital nasional,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (24/6/2025)
Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Rusia sepakat membentuk Sub-Komite Khusus yang akan menjadi motor penggerak berbagai program digital bersama, termasuk pelatihan SDM, pertukaran teknologi, dan produksi konten media kolaboratif.
MoU ini juga memperkuat komitmen Kominfo dalam mewujudkan internet murah Indonesia, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Salah satu langkah nyata adalah lelang frekuensi 1,4 GHz yang dijadwalkan rampung pada Juli–Agustus 2025.
Tak hanya di sektor digital, total empat nota kesepahaman ditandatangani dalam momen ini, meliputi kerja sama pendidikan tinggi, kolaborasi transportasi lintas negara, dan investasi antara Danantara serta mitra strategis Rusia.
MoU digital ini berlaku lima tahun dan akan diperpanjang secara otomatis, menjadi fondasi penting dalam membangun konektivitas digital yang inklusif dan berkualitas di Indonesia.

Leave a Reply