Dosen Ilmu Komunikasi Undip Semarang Latih Literasi Digital Siswa SD Jabungan

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang melatih siswa SD Negeri Jabungan Kota Semarang, untuk menguasai keterampilan literasi digital

JOSS.CO.ID – Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melatih siswa SD Negeri Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, untuk menguasai keterampilan literasi digital.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat bertajuk “Pelatihan Literasi Digital Demi Keamanan Anak di Dunia Digital” yang digelar di SD Negeri Jabungan pada Rabu (21/5/2025).

Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Ilmu Komunikasi dipimpin oleh Dr. Triyono Lukmantoro selaku Ketua Pengabdian Masyarakat. Tim ini beranggotakan Dr. Nurul Hasfi, Dr. Agus Naryoso, Muchamad Yuliyanto, M.Si., Nuriyatul Lailiyah, M.I.Kom., dan Agne Yasa, M.A.

Dr. Triyono Lukmantoro, Ketua Pengabdian Masyarakat, menuturkan bahwa mendidik anak di era digital menghadapi tantangan besar seiring perubahan pola konsumsi media akibat kehadiran internet.

“Kita menonton tidak dari TV saja tapi dari Internet. Itu yang namanya digitalisasi,” ujarnya.

Nuriyatul Lailiyah, M.I.Kom., dosen dari Departemen Ilmu Komunikasi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan guru untuk mengidentifikasi dan menangani ancaman di dunia digital yang berpotensi membahayakan anak.

Materi pelatihan mencakup topik krusial seperti cyberbullying, predator online, penipuan digital, hoaks, serta ancaman dari konten negatif seperti pornografi dan radikalisme.

“Orang tua dan guru harus memiliki ilmu, kesabaran, dan waktu yang cukup untuk menjadi teman diskusi anak, serta membekali anak-anak dengan kemampuan memilah dan menyaring informasi secara mandiri, ini karena kita tidak selalu bisa bersama anak dalam 24 jam,” jelasnya.

Dr. Agus Naryoso, dosen dari Departemen Ilmu Komunikasi, menyoroti pentingnya pengelolaan waktu dalam bermedia sosial, sekaligus menjadi teladan bagi anak-anak.

“Ironisnya kadang kita bicara banyak hal tentang bahaya media sosial, kita tidak memperbolehkan anak kita mengakses setiap hari, bahkan kita punya aturan yang sangat ketat namun anak juga mencontoh orang tua, sehingga penting untuk memberikan contoh yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, Muchamad Yuliyanto, S.Sos., M.Si., dosen dari Departemen Ilmu Komunikasi, menambahkan bahwa membekali anak dengan literasi digital sangatlah penting.

Untuk itu, ia berharap guru dapat melatih para murid dan mengadakan pelatihan lanjutan bagi anak-anak.

“Mungkin nanti anak-anak juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang literasi digital ini,” katanya.

Kepala SDN Jabungan, Putranto Anugrah, menyampaikan apresiasi atas pelatihan literasi digital untuk para guru ini. Ia menilai kegiatan ini memperluas wawasan guru, terutama dalam menjaga keamanan anak di era digital.

Pelatihan ini juga menekankan pentingnya membentuk kebiasaan digital yang sehat dan melindungi privasi data pribadi anak, sehingga mereka dapat belajar dan berkembang di lingkungan digital yang lebih aman.

Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan memperkuat peran guru dalam melindungi anak dari risiko dunia digital yang kian kompleks.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*