Demo Sopir Truk Tolak ODOL Tutup Jalan Wonosari, Ancam Menginap di Kantor DPRD Gunungkidul

Aksi menolak kebijakan ODOL - Harian Jogja/David Kurniawan
Aksi menolak kebijakan ODOL - (Dok. Harian Jogja/David Kurniawan)

JOSS.CO.ID, GUNUNGKIDUL — Ribuan sopir truk dari berbagai wilayah di Gunungkidul turun ke jalan untuk menyampaikan penolakan terhadap kebijakan over dimension over load (ODOL). Massa berkumpul dan memadati area sekitar Kantor DPRD Kabupaten Gunungkidul. Tak hanya berorasi, mereka juga membawa truk dan memarkirkannya hingga menutup jalan utama di kawasan Wonosari.

Pantauan di lokasi menunjukkan truk-truk besar berjajar dari arah barat Kantor DPRD hingga kawasan Siyono, mengakibatkan lalu lintas di Kota Wonosari lumpuh total. Para sopir terlihat berkumpul di depan gedung dewan, sementara sebagian perwakilan masuk ke dalam untuk berdialog dengan pimpinan DPRD Gunungkidul.

Suasana aksi berlangsung cukup meriah. Sambil menunggu hasil audiensi, para sopir di luar menyetel musik dangdut melalui sound system berukuran besar, menciptakan suasana layaknya panggung hiburan di tengah unjuk rasa.

Tuntutan Penghentian Pembahasan ODOL

Salah satu perwakilan sopir, Sulis, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap pembahasan kebijakan zero ODOL. Menurutnya, aturan tersebut justru merugikan para sopir dan pelaku usaha transportasi barang.

“Kedatangan kami ke DPRD untuk menghentikan pembahasan mengenai Undang-undang ODOL. Karena Undang-undang ODOL itu merugikan,” ujar Sulis, Rabu (25/6/2025).

Selain menolak ODOL, para sopir juga menuntut kemudahan dalam proses uji KIR yang selama ini dinilai menyulitkan.

“Kami juga ingin kebijakan uji KIR di Dishub Gunungkidul agar dipermudah, karena selama ini sulit,” tambahnya.

Tuntutan Tambahan: Kenaikan SHBJ

Tak hanya itu, para sopir juga meminta adanya penyesuaian Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ). Mereka menilai harga yang berlaku saat ini sudah tidak relevan lagi.

“Karena selama 9 tahun tidak ada peningkatan,” kata Sulis.

Jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, Sulis menyatakan bahwa massa sopir siap menginap di Kantor DPRD Gunungkidul.

“Kami sudah biasa menginap berhari-hari, jadi kami akan menginap kalau tuntutan-tuntutan itu tidak dipenuhi,” tegasnya.

Lalu Lintas Wonosari Dialihkan

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di Kota Wonosari mengalami kemacetan panjang. Truk-truk yang terparkir di jalan utama membuat polisi terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas.

Menurut Kanit Turjawali Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Hery, pihaknya telah mengalihkan arus dari arah Jogja dan Playen menuju Ring Road Utara Gunungkidul.

“Untuk sementara, arus lalu lintas dari arah Jogja dan Playen yang akan menuju ke Kota Wonosari dialihkan ke ring road utara Gunungkidul,” jelas Hery.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*