
JOSS.CO.ID, Banyumas – Perum Bulog Cabang Banyumas kembali mencatat pencapaian positif dalam penyerapan gabah petani. Setelah beberapa kali mengalami penyesuaian target, realisasi serapan gabah kering panen (GKP) kini justru melampaui ekspektasi.
“Target awal kami sebesar 22.170 ton. Karena berhasil terpenuhi, target naik menjadi 35.395 ton. Kini, target terbaru sebesar 41.800 ton pun sudah terlewati,” ujar Kepala Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, di Purwokerto, Rabu (4/6/2025).
Hingga Selasa (3/6) sore, realisasi penyerapan GKP mencapai 42.247 ton. Selain itu, serapan beras mencapai 34.779 ton dari target 52.899 ton. Jika dikonversi ke setara beras, capaian sudah menyentuh lebih dari 57.000 ton dari target 75.212 ton.
“Ini adalah bukti nyata komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegas Prawoko.
Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras Tim Jemput Gabah Bulog Banyumas yang berkolaborasi aktif dengan Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Tim ini menyisir lokasi-lokasi panen tersisa meskipun jaraknya cukup jauh dan hasil panennya tidak sebanyak sebelumnya.
Wilayah eks Keresidenan Banyumas, yang mencakup Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, kini sebagian besar telah memasuki musim tanam kedua 2024–2025. Meski demikian, Tim Jemput Gabah terus aktif bergerak di lapangan.
“Kami tetap menjaga harga GKP di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Tim kami bersama Babinsa dan PPL membantu petani memanen tepat waktu demi menjaga mutu hasil,” tambahnya.
Menurut Prawoko, peran Babinsa dan PPL sangat vital, mulai dari pemetaan lokasi panen hingga mendampingi proses penyerapan gabah langsung dari petani.
“Sinergi ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan. Keterlibatan TNI, khususnya Babinsa, sangat memperkuat proses di lapangan,” ujarnya.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Prawoko memastikan bahwa stok beras di wilayah eks Keresidenan Banyumas dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menyebutkan bahwa stok beras nasional Bulog telah melampaui 4 juta ton — angka tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
“Stok beras Banyumas siap mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo. Masyarakat tidak perlu khawatir, silakan beribadah Idul Adha dengan tenang,” tutup Prawoko.

Leave a Reply