
Menurut laporan Bloomberg, Kepala Divisi Merger dan Akuisisi Apple Adrian Perica telah berdiskusi dengan Senior VP Layanan Apple Eddy Cue dan beberapa eksekutif lainnya terkait potensi akuisisi ini. Namun hingga kini, Apple belum mengajukan penawaran resmi kepada Perplexity.
“Apple masih berada dalam tahap awal penjajakan. Salah satu opsi lain yang kami pertimbangkan adalah kemitraan strategis, bukan akuisisi penuh,” ungkap seorang sumber internal, dikutip Bloomberg pada Minggu (22/6/2025).
Apple juga menimbang kemungkinan mengintegrasikan teknologi milik Perplexity ke dalam asisten virtual Siri dan browser Safari, guna meningkatkan kapabilitas pencarian berbasis AI. Bahkan, menurut kesaksian Eddy Cue dalam sidang antimonopoli Google pada Mei lalu, Apple sudah mulai mengevaluasi potensi kerja sama antara Safari dan Perplexity.
Salah satu faktor strategis yang mendorong diskusi ini adalah ketergantungan Apple terhadap Google Search, yang menjadi mesin pencari default di iPhone berkat kontrak senilai hingga USD 18 miliar pada tahun 2021. Jika regulator memutuskan kemitraan itu harus diakhiri, Apple membutuhkan alternatif kuat untuk mengembangkan sistem pencari mandiri.
Dalam persaingan mengembangkan teknologi AI, Apple kini berada di jalur yang sama dengan Meta, termasuk dalam upaya merekrut tokoh penting di industri AI. Keduanya bahkan dikabarkan bersaing mendapatkan Daniel Gross, pendiri startup AI Safe Superintelligence Inc.
Langkah agresif ini menunjukkan Apple tidak ingin tertinggal dalam revolusi AI dan berniat membangun ekosistem teknologi pencarian yang mandiri serta lebih canggih ke depannya.

Leave a Reply