“Kita harus memberikan respons keras kepada rezim Zionis teroris. Iran tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” tulis Khamenei melalui akun media sosial X, sebagaimana diberitakan Al Arabiya dan AFP.
Pernyataan tersebut muncul menyusul serangan udara masif yang dilakukan militer Israel sepekan lalu, yang menghantam sejumlah fasilitas nuklir dan markas militer Iran, termasuk wilayah pemukiman warga.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone tempur. Bahkan pada Rabu pagi, pemerintah Iran mengumumkan bahwa mereka telah menembakkan rudal hipersonik ke arah Israel, meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, pada Selasa (17/6), Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat dengan mudah menghabisi Khamenei, namun untuk saat ini memilih tidak melakukannya.
“Kami tahu pasti di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ itu berada. Dia target mudah, tapi dibiarkan hidup… untuk sementara,” tulis Trump. Ia lalu menambahkan perintah tegas melalui unggahan berikutnya: “MENYERAH TANPA SYARAT!”
Trump bahkan memperingatkan warga sipil untuk segera meninggalkan ibu kota Iran. “Semua orang harus segera mengungsi dari Teheran,” serunya.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, meminta warga Israel, terutama yang berada di Tel Aviv dan Haifa, agar segera mengungsi demi keselamatan mereka.
Sementara itu, militer Israel juga mengeluarkan peringatan serangan terhadap Distrik 18 di Teheran, yang disebut sebagai lokasi infrastruktur militer penting milik Iran.
Situasi ini memperlihatkan betapa panasnya konflik antara Iran dan Israel, yang semakin diperparah oleh pernyataan provokatif dari pihak Amerika Serikat.

Leave a Reply