JOSS.CO.ID – CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, secara terbuka mengungkapkan permintaan maafnya setelah tim kebanggaan warga Kota Semarang tersebut terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Kejatuhan PSIS dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu menjadi pukulan telak. Klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini finish di peringkat 18 klasemen atau menjadi juru kunci Liga 1 musim 2024/2025.
Dalam sebuah pernyataan, Yoyok Sukawi mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan PSIS musim ini, yang berujung pada degradasi.
Dia pun meminta maaf kepada seluruh pemain, official, staf, dan seluruh pecinta PSIS yang terdampak oleh masalah yang ada, baik di dalam maupun luar lapangan.
“Saya juga meminta maaf karena banyak situasi dan masalah yang telah membuat gaduh, yang diakibatkan oleh komunikasi yang kurang baik serta krisis keuangan yang kami alami,” kata dia, Minggu (25/5/2025).
Menurut dia, krisis keuangan yang mendera PSIS Semarang menyebabkan beberapa masalah internal, termasuk keterlambatan pembayaran gaji pemain dan official yang semakin menambah tekanan mental para penggawa tim.
Ia mengakui bahwa masalah keuangan tersebut berdampak langsung pada performa tim di lapangan.
“Saya bertanggung jawab penuh atas keterlambatan pembayaran gaji dan masalah keuangan ini, yang jelas mempengaruhi prestasi tim,” ungkapnya.
Sebagai pemegang saham terbesar dan pengelola klub, ia menerima semua akibat dari kegagalan tersebut. Dirinya pun rela melepaskan PSIS Semarang yang telah lama ia kelola, setelah bertahun-tahun berada di bawah pengelolaannya.
Dia sudah menyerahkan pengelolaan PSIS Semarang kepada pemegang saham lainnya dan telah meminta direktur utama, Agung Buwono, untuk mencari investor baru yang dapat mengelola klub ke depan.
“Saat ini, saya sudah menyerahkan pengelolaan PSIS kepada pemegang saham dan menginstruksikan kepada direktur utama, Bapak Agung Buwono, untuk mencari investor baru yang bersedia mengelola PSIS ke depannya,” ucap dia.
Yoyok juga menyebutkan bahwa masalah utang yang membelit PSIS dalam beberapa tahun terakhir akhirnya dapat dilunasi, setelah tidak ada pihak yang bersedia mengambil alih tanggung jawab tersebut.
“Hutang PSIS beberapa tahun terakhir yang rencananya akan dikonversi menjadi saham juga telah saya lunasi tuntas. PSIS sekarang sudah sehat kembali, tanpa beban hutang masa lalu,” jelasnya.
Namun, di tengah penurunan yang dialami klub, Yoyok tetap berharap PSIS dapat bangkit kembali. Ia berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan yang ada, termasuk yang terkait dengan hukum di FIFA.
“Masalah dengan FIFA juga akan kami selesaikan dalam waktu dekat, dan saya siap bertanggung jawab atas itu,” ujar Sukawi yang bertekad menuntaskan segala permasalahan yang masih menggantung.
Dengan penyerahan pengelolaan klub kepada pihak lain, Sukawi berharap PSIS dapat segera kembali ke jalur yang benar dan kembali ke Liga 1 musim depan.
“Semoga dengan adanya investor baru, PSIS bisa cepat bangkit dan kembali promosi ke Liga 1,” ucap mantan Anggota DPR RI tersebut.
Yoyok Sukawi meminta maaf kepada seluruh pecinta PSIS dan warga Semarang yang merasa kecewa atas degradasi ini. Namun dia berharap semuanya tetap memberikan dukungan kepada tim meskipun situasi saat ini tidak ideal.
“Saya mohon kebesaran hati seluruh pecinta PSIS dan warga Semarang untuk menerima permohonan maaf saya,” ucap Yoyok Sukawi.

Leave a Reply