Yayasan Temen Tinemu Dorong Guru Berikan Edukasi Smartphone Bijak untuk Gen Aplha

Pelatihan Parenting bertema "Bijak dalam Penggunaan Smartphone di Era Gen Alpha" Yayasan Temen Tinemu Temenanan di Hotel Siliwangi Semarang, Sabtu (3/5/2025) pagi

JOSS.CO.ID – Yayasan Temen Tinemu Temenanan mendorong puluhan guru PAUD, TK, dan RA di Kota Semarang untuk terus memberikan edukasi dan penyuluhan kepada Generasi Aplha tentang penggunaan smarthone secara bijak.

Melalui kegiatan Pelatihan Parenting bertema “Bijak dalam Penggunaan Smartphone di Era Gen Alpha”, para guru tidak hanya diminta menjadi penyuluh, melainkan sebagai pendamping dan pengawas bagi anak-anak dalam penggunaan teknologi digital.

Kegiatan ini sukses digelar di Hotel Siliwangi Semarang, Sabtu (3/5/2025) pagi. Hadir dalam pelatihan ini Ketua Yayasan Temen Tinemu Temenanan Tri Winarti serta Anggota DPRD Provnsi Jawa Tengah Sudarsono dan Dosen UPGRIS Ratna Suryani sebagai narasumber.

Tri Winarti dalam sambutannya menekankan pentingnya parenting dalam membentuk karakter, pengembangan, dan masa depan anak, khususnya Generasi Aplha atau kelompok anak yang lahir di antara tahun 2010 hingga 2025.

Oleh karena itu pihaknya memfasilitasi para guru di Kota Semarang agar memiliki bekal yang cukup matang dalam mendidik dan membimbing anak-anak PAUD, TK, dan RA, di tengah tantangan teknologi digital.

“Dengan pelatihan bertemakan Bijak dalam Penggunaan Smartphone di Era Gen Aplha, semoga apa yang disampaikan narasumber bermanfaat dan menambah ilmu kepada bapak ibu sehingga bisa disampaikan ke anak didik,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Sudarsono memaparkan, para guru harus menyadari bahwa Generasi Aplha tumbuh dan berkembang dengan teknologi digital. Guru tidak bisa melarang penggunaan smartphone pada anak, melainkan mengontrolnya.

Dia menegaskan, menghadapi berbagai konten informasi yang terus mengalir di media sosial, maka para guru harus bisa menjadi penyuluh, pendamping, dan pengarah anak-anak dalam penggunaan smartphone.

“Bagaimanpun era digital kita tidak bisa membatasi aliran informasi. Maka kita sebagai orang tua sebagai pendidik harus ikut dalam proses tersebut, kita menjadi pendamping, teman, menjadi penyuluh dan pengarah kegiatan Generasi Alpha dalam bidang digital,” ungkap dia.

Menurut Sudarsono, tantangan Gen Aplha saat ini ialah banjir informasi yang tidak terkontrol. Oleh sebab itu para guru dan orang tua harus bisa memfilter agar anak-anak tidak mengonsumsi konten yang tidak sesuai umur seperti pornografi dan kekerasan.

“Itu adalah peran terberat kita bagaimana memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada mereka kalau informasi yang tidak sesuai dengan umur tidak diperuntukkan bagi mereka,” ungkap anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Sementara Dosen Universitas PGRI Semarang Ratna Suryani mengutarakan bahwa guru merupakan role model bagi anak-anak di sekolah. Guru memiliki peran penting dalam mendampingi anak dalam hal penggunaan smartphone dan media sosial secara bijak.

Menurutnya, smartphone memiliki dampak positif dan negatif. Oleh sebab itu diperlukan kontrol dan filter secara bijak sehingga tidak menghambat transfer pengetahuan kepada anak, justru malah dapat meningkatkan mutu pendidikan.

“Penggunaan smartphone harus kita atur sebaik-baiknya. Seorang pendidik harus bisa memberikan pembelajaran yang baik. Mudah-mudahan smartphone tidak mendatangkan hal yang tidak baik, tapi justru meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” kata Ratna.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*