Singgih Januratmoko Terpilih Jadi Ketua Golkar DIY, Golkar Jateng Siap Lakukan Sinergi

Ketua DPD Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh saat Musda Golkar DIY di Hotel Royal Ambarrukmo, Sleman, Minggu (18/5/2025)

JOSS.CO.ID – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan sinergi dengan DPD Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di bawah kepempinan baru Singgih Januratmoko.

Hal ini dikatakannya usai mengadiri Musda Golkar DIY di Hotel Royal Ambarrukmo, Sleman, Minggu (18/5/2025). Musda itu menetapkan Singgih Januratmoko yang merupakan mantan Anggota DPR RI sebagai Ketua DPD Golkar DIY periode 2025-2030.

Mohammad Saleh mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Singgih. Dia berharap terpilihnya nahkoda baru tersebut bisa berperan aktif dalam pembangunan dan membawa perubahan positif untuk masyarakat.

“Selamat atas terpilihnya Mas Singgih sebagai ketua secara aklamasi, kami percaya DPD Golkar Yogyakarta akan semakin maju, semakin progesif, dan bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat,” ungkap Wakil Ketua DPRD Jateng tersebut.

Menurut Saleh, Golkar memiliki hubungan baik dengan Muhammadiyah, salah satu organisasi masyarakat yang berkembang pesat di Yogyakarta. Ini diwujudkan melalui pembangunan Gedung Asrama Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

“Bahkan Ketua Umum Pak Bahlil hadir langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama Madrasah Muallimin. Ini bukti bahwa Golkar tidak hanya bergerak di politik saja, tetapi juga di sektor lain yang bermanfaat untuk masyarakat,” kata dia.

Di luar itu, menurutnya Musda Golkar DIY tersebut terasa spesial karena dihadiri oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Sultan diketahui pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar DIY tiga periode.

“Musda ini terasa spesial, selain ketua umum, pengurus, kader, ini juga dihadiri langsung Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar DIY tahun 1977 hingga 1998, sebelum menjadi Gubernur pada 1998,” ucap dia.

“Meskipun sekarang beliau bukan kader karena di dalam UU Daerah Istimewa Yogyakarta gubernur tidak boleh menjadi kader, tapi bagi kami semua beliau adalah senior dan tokoh besar yang pernah membesarkan Partai Golkar,” imbuh Saleh.

Lebih lanjut pihaknya pun berharap bisa bekerja sama dengan kepengurusan baru DPD Golkar DI Yogyakarta dalam agenda pembangunan daerah dan kontestasi politik ke depan.

“Tentu kita masing-masing punya anggota DPRD, kita harapkan bisa berkolaborasi dalam pembangunan karena ini kan wilayahnya berseberangan antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dan penting juga untuk menguatkan basis demi menyongsong Pemilu 2029,” kata Saleh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*