
JOSS.CO.ID, Semarang – Serangan udara terbaru yang dilancarkan oleh militer Israel di Gaza kembali menimbulkan korban jiwa. Sedikitnya 20 orang, mayoritas anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam sebuah sekolah yang menampung para pengungsi pada Senin (26/5/2025).
Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia berasal dari Sekolah Fahmi Al-Jarjawi di lingkungan Al-Daraj, Kota Gaza.
“Sebagian besar korban adalah anak-anak. Kami juga mencatat lebih dari 60 orang mengalami luka dalam tragedi ini,” ungkapnya kepada AFP.
Militer Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan markas operasi militan Hamas dan Jihad Islam yang berlokasi di area sekolah tersebut. Menurut pernyataan resmi, fasilitas itu sebelumnya difungsikan sebagai pusat komando kedua kelompok tersebut.
Hanya sehari sebelum insiden ini, serangan serupa telah menewaskan sedikitnya 22 warga sipil dan melukai puluhan lainnya, menurut laporan dari pertahanan sipil Gaza.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel terus memperluas operasi militernya di wilayah Gaza. Pemerintah Israel bahkan telah mengerahkan puluhan ribu pasukan cadangan dengan misi utama “mengeliminasi kelompok Hamas”.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump, menanggapi situasi ini dengan pernyataan singkat pada Minggu (25/5), bahwa ia ingin melihat solusi cepat bagi konflik yang terus memanas ini. “Saya berharap seluruh situasi ini bisa segera dihentikan,” ujar Trump.
Kondisi di Gaza semakin memburuk seiring meningkatnya intensitas konflik. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa warga sipil menjadi kelompok yang paling rentan dan banyak menanggung dampak dari operasi militer ini.

Leave a Reply