Serangan Israel Kembali Kepung RS Indonesia di Gaza, MER-C Desak Perlindungan Fasilitas Kesehatan

Israel kepung RS Indonesia di Gaza. (Foto: istimewa)

‎JOSS.CO.ID, Jakarta – Pasukan militer Israel kembali mengepung Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara, pada Minggu (18/5). Mereka menembaki siapa pun yang terlihat bergerak di sekitar dan dalam kawasan rumah sakit. Berdasarkan informasi medis setempat, serangan juga dilakukan melalui pesawat tanpa awak yang menargetkan unit perawatan intensif dan melukai seorang pasien.

‎Situasi serupa dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Al-Awda, wilayah Tel Al-Zaatar, dekat kamp pengungsi Jabalia. Kondisi layanan medis di sana juga memburuk. Sementara itu, Rumah Sakit Lapangan Kuwait di Khan Younis terpaksa menghentikan seluruh prosedur operasi setelah mengalami kerusakan berat akibat serangan udara Israel pada Sabtu lalu.

‎Manajemen RS Lapangan Kuwait menyatakan bahwa pemboman tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi juga mematikan fungsi generator utama serta sistem kelistrikan pusat. Mereka meminta lembaga internasional turun tangan melindungi fasilitas medis dan menegakkan aturan hukum internasional yang melarang serangan terhadap rumah sakit.

‎Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dua hari sebelumnya juga memperingatkan bahwa lebih dari 10 ribu pasien di Gaza, termasuk 4.500 anak-anak, membutuhkan evakuasi medis segera.

‎Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menilai serangan terbaru Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia telah menyebabkan kerusakan berat dan mengganggu pelayanan medis di sana. Dalam keterangannya, MER-C menjelaskan bahwa ledakan menyebabkan jendela pecah, plafon runtuh, serta mengganggu aktivitas di ruang ICU, IGD, dan ruang operasi.

‎Ledakan yang terjadi di sekitar RS bahkan menimbulkan getaran seperti gempa, menurut kesaksian warga. Akibatnya, beberapa alat kesehatan tertimpa reruntuhan. MER-C menambahkan bahwa pasukan Israel mengepung rumah sakit menggunakan drone, sementara tentara bersenjata berada sekitar 500 meter dari sisi utara dan selatan rumah sakit, melarang segala bentuk aktivitas.

‎Di tengah keterbatasan dan ancaman serangan, sekitar 20 tenaga medis dan relawan masih bertahan di RS Indonesia. Mereka terus berupaya membersihkan area rumah sakit demi menjaga layanan medis tetap berjalan.

‎MER-C menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia merupakan fasilitas vital bagi warga Gaza dan akan terus mendukung keberlangsungan layanan kesehatan serta proses perbaikan, meski situasi semakin memburuk. Mereka mengecam serangan tanpa peringatan terhadap tenaga medis dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

‎Organisasi tersebut juga meminta Israel untuk menghentikan agresi militernya di Gaza, mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap RS Indonesia, dan segera membuka akses bantuan makanan agar tenaga kesehatan bisa menjalankan tugas mereka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*