Program Insentif Guru Agama Jateng Rp 1,2 Juta Tetap Dilanjutkan Tahun Ini

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen

JOSS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan bahwa program bantuan insentif bagi guru agama senilai Rp1,2 juta tetap berlanjut pada tahun 2025 ini.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Program ini sudah diberlakukan pada periode sebelumnya saat Taj Yasin menjabat sebagai Wakil Gubernur 2018-2023.

Gus Yasin, sapaan akrabnya menegaskan bahwa dalam satu tahun akan ada dua hingga tiga termin pencairan intentif bagi guru agama di Jawa Tengah.

“Pada tahun ini sudah ada sekali penerimaan, yang akan dilanjutkan dengan termin selanjutnya. Nanti ada dua termin atau tiga termin yang akan diturunkan dari Kementrian Agama, dan kita juga hibahnya kesana,” katanya usai membuka kegiatan Training of Fasilitator (ToF) Kesejahteraan Remaja di Gedung BPSDMD Jawa Tengah Kota Semarang, Rabu (14/5/2025).

Dikatakan, pada tahun depan, insentif juga tetap akan diteruskan. Bahkan, ada kemungkinan jumlah penerima bertambah dengan catatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan.

“Akan tetap kita teruskan, semoga kalau PAD nya naik akan kita tambah lagi,” ungkap putra ulama kharismatik asal Rembang, KH Maimoen Zubair tersebut.

Gus Yasin menjelaskan, guru agama yang menerima insentif tidak hanya guru agama Islam. Melainkan juga guru agama sekolah Minggu (Kristen/Katolik), guru Pasraman (Hindu), dan Vijjalaya (Buddha).

“Jadi jangan salah paham ya. Semua guru agama dapat. Dari dulu ya seperti itu,” bebernya.

Sementara berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2024, insentif guru keagamaan dialokasikan untuk 230.830 orang.

Jumlah tersebut sama dengan jumlah penerima pada 2023 lalu. Belum semua guru agama menerima karena harus diverifikasi oleh Kementerian Agama. Bantuan insentif dicairkan setahun sekali.

Program bantuan insentif kepada pengajar agama di Provinsi Jawa Tengah sudah dilakukan sejak tahun 2019 dalam bentuk hibah. Dana dari pemprov tetapi hibahnya melalui Kemenag yang menangani guru agama.

Di awal program, pada tahun 2019, sebanyak 171.131 orang pengajar agama yang mendapatkan insentif. Pada 2020, total penerima bertambah 40.324 orang menjadi 211.455 orang dari lintas agama.

Pada termin III tahun 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan insentif pengajar keagamaan total sebesar Rp104.766.400.000 dengan total penerima sebanyak 262.020 orang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*