
Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana, menyampaikan bahwa panen kali ini dilakukan di lahan milik Perhutani seluas 177 hektare.
“Kami panen jagung di lahan Perhutani sebagai bentuk nyata kontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah Batang,” ujarnya, Jumat (16/5/2025).
Sebelum distribusi, hasil panen akan disortir untuk memastikan kualitas jagung memenuhi standar. Edi juga menilai kualitas jagung cukup baik dan layak dijadikan bahan baku pakan ternak.
“Ini tentu membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Budhi Santosa, menjelaskan bahwa gerakan tanam jagung telah lebih dulu dilakukan di Desa Kemiri Barat dan Sengon dengan hasil panen mencapai 6 ton.
Budhi menambahkan, benih jagung berasal dari bantuan Kementerian Pertanian dan ditanam secara bertahap dengan dosis 15 kilogram per hektare.
“Bulog akan menyerap hasil panen ini dengan syarat kadar air jagung maksimal 15 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perhutani BKPH Subah, Budi Karyanto, menegaskan bahwa seluruh lahan Perhutani seluas 177 hektare yang tersebar di RPH Jatisari Selatan, Jatisari Utara, Subah, dan Pucungkerep ditanami jagung sebagai bentuk pengelolaan sosial berbasis hortikultura.
Kolaborasi antara Polres Batang, Dinas Pertanian, Bulog, dan Perhutani ini menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan tidur dan pemberdayaan masyarakat.

Leave a Reply