JOSS.CO.ID, Semarang – Polda Jawa Tengah melaporkan penurunan signifikan dalam kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dimulainya Operasi Aman Candi 2025 yang berfokus pada pemberantasan aksi premanisme.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menyebutkan bahwa pada hari pertama operasi, Senin (12/5/2025), tercatat 106 kasus gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Jateng. Jumlah tersebut turun sekitar 25 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.
“Angka tindak kejahatan juga menurun 15 persen berkat penindakan tegas dari petugas di lapangan,” ungkapnya saat konferensi pers di Semarang, Rabu (14/5/2025).
Operasi Aman Candi 2025 difokuskan pada penindakan premanisme dan kejahatan jalanan yang selama ini menjadi sumber keresahan masyarakat. Kombes Artanto menegaskan, Polri berkomitmen untuk menjaga ruang publik agar tetap aman dan terbebas dari tindakan kriminal.
“Operasi ini menjadi wujud nyata keseriusan Polri dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, operasi tersebut masih akan berlangsung dengan strategi terukur yang meliputi pendekatan preventif, preemtif, serta penegakan hukum secara tegas namun humanis.
Stabilitas kamtibmas, lanjutnya, bukan hanya berpengaruh terhadap kenyamanan warga, tetapi juga penting untuk mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Untuk itu, Kombes Artanto mengajak masyarakat turut serta menjaga keamanan dengan melaporkan segala bentuk gangguan kamtibmas.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi warga sangat kami butuhkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif,” ujarnya.

Leave a Reply