
JOSS.CO.ID, Banyumas – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh makna. Para pekerja yang tergabung dalam DPC KSPSI Kabupaten Kudus merayakan momen ini dengan mengadakan sarasehan ketenagakerjaan dan halal bihalal, Kamis (1/5).
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menyampaikan apresiasi atas cara para buruh menggelar perayaan May Day secara damai. “Kami menghargai inisiatif buruh Kudus yang memilih merayakan Hari Buruh dengan kegiatan yang edukatif dan membangun, tanpa menimbulkan gangguan keamanan,” katanya saat menghadiri kegiatan di kantor DPC KSPSI Kudus.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, seperti Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Vinca Meitasari, Ketua PPRK Agus Sarjono, serta Ketua Apindo Kudus Helmi Tas’an Wartono.
Kapolres Heru menambahkan bahwa kehadiran aparat dalam kegiatan ini bertujuan untuk terus mendampingi dan bersinergi dengan para pekerja. “Kolaborasi yang baik akan memudahkan penyelesaian persoalan industrial jika terjadi,” ungkapnya.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan dukungan penuh terhadap para buruh yang merayakan May Day secara produktif. Ia bahkan mengajak peserta untuk melakukan aksi nyata dengan berjalan kaki sambil memungut sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Selain memperingati Hari Buruh, ini juga jadi momen untuk menunjukkan kepedulian sosial,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), pemkab menyediakan berbagai program pelatihan kerja.
Bupati menegaskan bahwa pelatihan ini bisa dimanfaatkan oleh para pekerja menjelang masa pensiun agar tetap produktif dengan usaha mandiri. “Dengan keahlian baru, para buruh tetap dapat menghasilkan meski sudah tidak bekerja di perusahaan,” ujarnya.
Ia juga berharap tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayah Kudus, agar iklim usaha dan kondisi sosial tetap stabil.
Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi turut menyampaikan dukungannya terhadap buruh. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga kondisi daerah tetap damai dan harmonis. “Mari kita hormati hak-hak pekerja dan wujudkan Kudus yang sejahtera, harmonis, dan taat,” ucapnya.
Ketua DPC KSPSI Kudus, Andreas Hua, menegaskan bahwa buruh di Kudus mendukung terciptanya suasana yang kondusif. Ia juga menyuarakan pentingnya pemenuhan hak-hak pekerja sebagai kunci menuju kesejahteraan.
“Kami berharap buruh mendapatkan hak yang layak, termasuk dalam hal pengupahan, demi terciptanya kehidupan yang lebih baik,” tegas Andreas.

Leave a Reply