Sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB, keramaian mulai terlihat di Candi Mendut. Umat Buddha berdatangan untuk berdoa, sementara wisatawan mulai memenuhi area sekitar candi. Para pedagang makanan dan minuman pun terlihat sibuk melayani pembeli.
Umi, salah satu pedagang kupat tahu, mengaku dagangannya lebih cepat habis selama momen Waisak.
“Alhamdulillah, lumayan ramai. Banyak yang beli,” ucapnya sambil membereskan gerobaknya, Senin (12/5/2025).
Hal serupa dirasakan Darmi, pengelola toilet umum di seberang Candi Mendut. Ia mengatakan kunjungan meningkat drastis sejak sehari sebelumnya.
“Pendapatan ikut naik, soalnya ramai dari kemarin. Hari ini dari pagi sudah banyak yang antre,” ujarnya.
Menjelang siang, suhu yang cukup terik membuat minuman dingin laris manis. Penjual es dawet, jus, dan es krim kebanjiran pembeli. Subandi, pedagang es dawet, menyebut suasana Waisak tahun ini sedikit lebih sepi dibanding tahun sebelumnya, namun ia tetap optimistis.
“Tahun lalu memang lebih ramai, tapi hari ini juga sudah lumayan. Mudah-mudahan makin sore makin ramai,” katanya.
Sementara itu, Ibu Miftah, penjual minuman lainnya, menilai tingkat kunjungan memang tidak setinggi Waisak tahun lalu. Namun ia tetap bersyukur karena masih banyak pembeli.
Rangkaian perayaan Waisak berlanjut dengan prosesi kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Puncaknya, malam ini, umat Buddha dan pengunjung akan menyaksikan detik-detik Waisak yang ditutup dengan pelepasan lampion ke langit Magelang—sebuah atraksi yang selalu menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah.

Leave a Reply