
JOSS.CO.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus menggenjot pemanfaatan lahan eks rob sebagai lahan pertanian produktif. Langkah ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras.
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa selama satu dekade terakhir, banyak lahan di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, tidak dapat digunakan untuk bertani akibat terdampak rob.
“Namun sekarang, berkat pembangunan tanggul penahan banjir rob dan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kodim 0710/Pekalongan dan Bank Indonesia, para petani bisa kembali menanam padi di lahan tersebut,” ungkapnya pada Kamis (15/5).
Afzan juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam mengembangkan capacity building dan demplot padi jenis biosalin seluas 1,5 hektare di wilayah tersebut. Ia menyebutkan, benih padi biosalin merupakan inovasi dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Biogen Kementerian Pertanian yang dirancang tahan terhadap air payau.
“Dari hasil demplot yang sukses, luas tanam padi biosalin kini mencapai 33 hektare dan berpotensi meluas hingga 95 hektare pada musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menegaskan bahwa keterlibatan BI dalam program ini merupakan bagian dari komitmen mendukung GNPIP.
“Program ini adalah pilot project yang kami harapkan bisa direplikasi di wilayah lain yang memiliki masalah serupa, seperti salinitas lahan akibat rob,” jelasnya.
Bank Indonesia turut memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani guna meningkatkan kemampuan mereka dalam membudidayakan padi biosalin.
“Karena beras merupakan komoditas dengan pengaruh besar terhadap inflasi, kami prioritaskan upaya peningkatan produksinya melalui kerja sama lintas sektor,” imbuh Andi.

Leave a Reply