
JOSS.CO.ID, Jakarta – Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa penurunan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia sepanjang tahun lalu menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Dampaknya, nilai ekonomi nasional merosot hingga mencapai Rp10 triliun.
“Penurunan penjualan kendaraan bermotor tahun lalu berimbas besar terhadap sektor industri otomotif, baik dari sisi hulu maupun hilir. Efek domino ini menyebabkan hilangnya nilai ekonomi sekitar Rp10 triliun,” jelas Agus saat menghadiri acara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (6/5/2025).
Agus merinci, kerugian sebesar Rp5,4 triliun berasal dari sektor hulu seperti industri karet, logam, dan perangkat elektronik. Sementara Rp4,6 triliun lainnya berasal dari sektor hilir, termasuk jasa logistik, perdagangan, dan perawatan kendaraan.
Kementerian Perindustrian mencatat penurunan penjualan kendaraan baru mencapai 3,1 persen secara tahunan. Meskipun Agus tidak mengelaborasi lebih lanjut detail sektor mana saja yang paling terdampak, penurunan tersebut diyakini melibatkan seluruh lini industri otomotif, termasuk mobil, sepeda motor, dan sektor pendukungnya.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales sepanjang 2024 turun 13,9 persen secara year-on-year (YoY), dari 1.005.802 unit menjadi 865.723 unit. Sementara itu, penjualan ritel tercatat menurun 10,9 persen menjadi 889.680 unit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 998.059 unit.
Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih melebihi target penjualan yang telah direvisi oleh Gaikindo, yakni 850 ribu unit per tahun.
“Dengan jumlah penduduk mencapai 278 juta jiwa atau sekitar 25 persen dari total populasi ASEAN, Indonesia masih memegang posisi sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan,” ungkap Agus.
Ia juga menambahkan bahwa rasio kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, potensi pertumbuhan industri otomotif nasional dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan di masa mendatang.

Leave a Reply