
JOSS.CO.ID, Semarang – Tim mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menciptakan inovasi berbasis limbah tahu yang diolah menjadi plastik ramah lingkungan. Inovasi ini membawa mereka meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Cipta Nusantara (CN) Fest 2025.
Empat mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Undip, yakni Maya Qisthina Gaissani (ketua tim), Sigit Pramana, Mochammad Wibisono Faizun S, dan Aisha Adinda Satyarani, menggagas produk “Edible Film dari Limbah Tahu dan Mikroalga Chlorella vulgaris sebagai Alternatif Pengemas Ramah Lingkungan untuk Mendukung Indonesia Emas 2045.”
Ketua tim, Maya, menjelaskan bahwa proyek ini dilatarbelakangi dua isu penting: meningkatnya limbah industri tahu dan tingginya penggunaan plastik sekali pakai yang mencemari lingkungan. Dengan mengombinasikan nata de soya—hasil fermentasi limbah tahu cair—dan mikroalga Chlorella vulgaris, mereka menciptakan plastik yang tidak hanya bisa dimakan, tapi juga terurai secara alami.
”Inovasi ini bukan hanya menggantikan plastik konvensional, tapi juga berfungsi sebagai kemasan aktif yang dapat memperpanjang umur simpan makanan,” jelas Maya, Minggu (11/5/2025), di Semarang.
Melalui pendekatan berkelanjutan, proyek ini menerapkan prinsip zero waste, biodegradable, dan mendukung ekonomi sirkular. Proses formulasi material dilakukan dengan teknik modifikasi struktur yang mendukung performa dan keamanan produk.
Inovasi tersebut sukses meraih tiga penghargaan sekaligus dalam CN Fest 2025 yang digelar EduHub-Youth Invention bersama Universitas Riau, yaitu Medali Emas bidang Energi dan Lingkungan, penghargaan Best Idea, serta Juara 3 Kategori Essay. Kompetisi ini mempertemukan ratusan mahasiswa inovatif dari berbagai universitas di Indonesia.
”Kami berharap hasil riset ini bisa dikembangkan lebih lanjut hingga menjadi produk komersial yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri,” tambah Maya.
Ketua Program Studi TRKI Undip, Endy Julianto, turut mengapresiasi pencapaian mahasiswa binaannya. Ia berharap prestasi ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk terus menciptakan solusi inovatif yang menjawab tantangan lingkungan.
”Riset dan inovasi adalah bagian dari pengabdian. Kami ingin mahasiswa TRKI terus menjadi bagian dari perubahan positif,” ujarnya.

Leave a Reply