
JOSS.CO.ID, Jakarta – Seorang influencer TikTok asal Meksiko, Valeria Marquez, tewas ditembak saat melakukan siaran langsung di sebuah salon di Zapopan, Kamis (15/5/2025) waktu setempat. Kejadian tragis ini kembali menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan di negara tersebut.
Pihak Kejaksaan Negara Bagian Jalisco mengklasifikasikan kematian Marquez sebagai kasus femisida, yakni pembunuhan terhadap perempuan yang dilandasi kebencian atau diskriminasi berbasis gender.
Dalam keterangan kepolisian, seorang pria tak dikenal menerobos masuk ke dalam salon tempat Marquez melakukan siaran langsung di TikTok. Tanpa banyak kata, pelaku langsung menembak Marquez dari jarak dekat. Tim medis sempat dikerahkan, namun nyawa influencer muda itu tidak dapat diselamatkan.
Detik-detik penembakan terekam secara langsung dalam siaran TikTok Marquez. Sebelumnya, ia sempat beranjak dari depan kamera untuk mengambil boneka piglet, lalu kembali dan memeluknya sambil berkata, “Dia adalah piglet kecil.”
Beberapa detik kemudian, Marquez terlihat menoleh ke arah pintu, sebelum terjatuh di kursi dengan darah memenuhi meja di depannya.
Live tersebut berakhir ketika seseorang mengambil ponsel korban, menampilkan sekilas wajah Marquez yang telah meninggal dunia.
Kematian Marquez, yang memiliki lebih dari 100 ribu follower di Instagram, mengejutkan publik Meksiko. Peristiwa ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap perempuan, termasuk serangan terhadap tokoh publik dan politisi perempuan.
Beberapa hari sebelum insiden Marquez, Yesenia Lara Gutiérrez, calon wali kota dari Negara Bagian Veracruz, juga tewas ditembak saat berkampanye. Ia diserang saat siaran langsung di tengah pendukungnya di jalan Texistepec. Saksi mata melaporkan terdengar hingga 20 kali tembakan.
Data Amnesty International mencatat bahwa pada 2020, sekitar 25% dari pembunuhan perempuan di 32 negara bagian Meksiko dikategorikan sebagai femisida.

Leave a Reply