
JOSS.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap serangan brutal yang terus dilakukan oleh militer Israel di Jalur Gaza, Palestina. Salah satu serangan yang paling disorot adalah pengepungan dan pemboman terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, yang dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, jelas melanggar hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan hak asasi manusia,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) yang disampaikan melalui akun media sosial X, Selasa (20/5).
Kemlu RI juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar menjalankan peran utamanya dalam menjaga perdamaian internasional dengan segera menghentikan kekejaman yang dilakukan oleh militer Israel.
Tak hanya kepada DK PBB, Indonesia juga meminta komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret dan tegas guna memastikan ditegakkannya hukum internasional atas tindakan Israel yang dinilai keji dan tidak berperikemanusiaan.
Pemerintah Indonesia menegaskan perlunya segera diwujudkan gencatan senjata permanen di Jalur Gaza, serta membuka akses bantuan kemanusiaan seluas-luasnya untuk rakyat Palestina yang semakin terdesak akibat agresi berkepanjangan.
Sementara itu, laporan dari organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyebutkan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza mengalami kerusakan parah akibat serangan bertubi-tubi dari militer Israel.
“Fasilitas rumah sakit mengalami kerusakan struktural serius. Kaca jendela pecah, plafon runtuh, dan layanan medis seperti ICU, IGD, serta ruang operasi terganggu,” demikian disampaikan MER-C dalam siaran pers pada Minggu (18/5).
Ledakan yang terjadi di sekitar rumah sakit menimbulkan guncangan hebat menyerupai gempa, menyebabkan beberapa alat medis tertimpa reruntuhan dan menghambat aktivitas medis kritis. MER-C juga melaporkan bahwa meskipun kondisi semakin memburuk, puluhan tenaga medis dan relawan masih bertahan dan berjuang membersihkan bagian dalam rumah sakit agar layanan tetap bisa berjalan.
Menurut laporan terbaru dari Al-Jazeera yang dikutip Sputnik, setidaknya 55 orang masih terjebak di dalam gedung Rumah Sakit Indonesia hingga Senin (19/5), di tengah ancaman berkelanjutan dari militer Israel dan minimnya pasokan kebutuhan dasar.

Leave a Reply