
Secara resmi, India menghapus sistem kasta pada 1950 setelah merdeka dari Inggris, dan partai penguasa, Bharatiya Janata Party (BJP), selama ini menolak pemisahan berdasarkan kasta. Namun tekanan politik mendorong Modi memutuskan mengembalikan pencatatan kasta untuk meredam oposisi dan menggaet suara kelompok Other Backward Classes (OBC) yang secara sosial ekonomi tertinggal.
Di India dikenal empat kasta utama: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Kelompok OBC umumnya tergolong Sudra. Di luar empat kasta ini, terdapat Dalit—sekelompok masyarakat yang sejak lahir dikucilkan, dilarang disentuh, dan menghadapi pelanggaran hak asasi manusia nyaris sepanjang hidup.
Dalit, mayoritas keturunan buruh tani, sering kali kehilangan akses pendidikan, layanan kesehatan, perumahan, pekerjaan, hingga keadilan dan hak politik yang dinikmati kasta lain. Mereka juga rentan mengalami kekerasan seksual, perdagangan manusia, serta pernikahan dini dan paksa.
Menurut Jaringan Solidaritas Dalit Internasional, terdapat sekitar 260 juta Dalit di seluruh dunia, terutama di Asia Selatan—India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, dan Sri Lanka—serta di komunitas diaspora.
“Diskriminasi terhadap Dalit dimulai sejak mereka masih anak-anak,” ungkap Beena Pallical, Sekretaris Jenderal Kampanye Nasional Hak Asasi Manusia Dalit di India.
Langkah sensus baru ini diharapkan membantu pemerintah menyediakan kebijakan afirmatif yang lebih tepat sasaran, sekaligus mengukur kebutuhan nyata kelompok marjinal di India. Namun, banyak pihak mengkhawatirkan potensi kembalinya stigma dan kekerasan berbasis kasta.

Leave a Reply