JOSS.CO.ID, Jakarta – Elon Musk resmi mundur dari perannya dalam pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk jabatannya di Doge (Departemen Efisiensi Pemerintah), badan yang dibentuk untuk memangkas anggaran federal secara signifikan.
Keputusan mundur tersebut diumumkan tak lama setelah Doge menghadapi kritik tajam atas kurangnya transparansi dan kegagalannya mencapai target efisiensi anggaran. Musk dan timnya dituding tidak berhasil merealisasikan penghematan yang dijanjikan.
“Saya akan melakukan lebih sedikit hal di masa mendatang,” ujar Musk dalam wawancara video bersama Bloomberg News saat hadir di Forum Ekonomi Qatar.
Mundurnya CEO Tesla ini telah diprediksi sejak ia menyuarakan kritik terhadap rancangan anggaran besar yang dibahas di Kongres beberapa minggu sebelumnya. Meski begitu, Presiden Trump tetap menunjukkan dukungan terhadap Musk.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Jumat (30/5), Trump memuji kontribusi Musk dalam reformasi pemerintahan dan memberinya kunci emas seremonial sebagai bentuk penghargaan.
“Elon Musk adalah inovator luar biasa yang melayani negara ini dengan penuh dedikasi,” kata Trump seperti dikutip dari NPR. Ia menambahkan bahwa Musk telah memainkan peran penting dalam program reformasi birokrasi terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Sebelum bergabung dengan Doge, Musk menetapkan target pemangkasan anggaran federal hingga US$ 2 triliun. Namun, angka tersebut terus direvisi dan akhirnya turun drastis menjadi US$ 150 miliar, dengan tenggat waktu pada September.
Meski telah mengundurkan diri, Trump menyatakan bahwa Musk masih akan tetap berhubungan dengan Gedung Putih. “Elon tidak benar-benar pergi, dia akan tetap bolak-balik ke sini,” ujar Trump dalam sesi pers tersebut.
Setelah hengkang dari Doge, Musk akan kembali fokus mengelola berbagai perusahaannya, termasuk Tesla, dan tetap aktif dalam mendukung Trump menjelang pemilu presiden (Pilpres) mendatang. Disebutkan, Musk telah menggelontorkan ratusan juta dolar untuk mendukung kampanye Trump.

Leave a Reply