
JOSS.CO.ID, Demak – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengusulkan agar pemerintah pusat segera melakukan normalisasi sungai dan penguatan tanggul untuk menekan risiko banjir yang dapat menyebabkan gagal panen (puso) pada tanaman padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi. Sementara jadwal tanam padi telah ditentukan sesuai kesepakatan bersama demi menjamin pasokan air irigasi. Dalam situasi ini, kata dia, normalisasi sungai dan penguatan tanggul menjadi solusi paling realistis untuk meminimalkan kerugian petani.
”Demak berada di wilayah hilir yang langsung berbatasan dengan laut dan menjadi titik akhir aliran air dari daerah hulu. Jika tidak diperkuat, tanggul mudah jebol saat debit air tinggi,” ujarnya di Demak, Senin (19/5/2025).
Meski kewenangan atas pengelolaan sungai besar berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Pemkab Demak tetap berupaya mengalokasikan anggaran untuk kegiatan normalisasi skala kecil sesuai kemampuan daerah.
Agus juga menyebut bahwa modifikasi cuaca bukan wewenang dinas pertanian, melainkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Oleh karena itu, ketika hujan deras mengguyur daerah atas, Demak kerap menjadi wilayah terdampak, termasuk pada sektor pertanian.
Data Distan mencatat, sejak 11 Mei 2025 hingga pekan ini, banjir telah merendam sekitar 1.903 hektare sawah yang tersebar di sembilan kecamatan. Dari jumlah tersebut, 743 hektare tanaman padi dinyatakan puso, khususnya di empat desa di Kecamatan Bonang. Tanaman yang rusak berusia antara 30 hingga 40 hari saat tergenang selama lebih dari sepekan.
Penyebab utama banjir ini antara lain tingginya curah hujan, meluapnya Sungai Tuntang, serta jebolnya sejumlah tanggul sungai di wilayah tersebut.
Agus memastikan, pihaknya telah menyusun laporan kerusakan untuk diajukan kepada pemerintah pusat dengan harapan petani bisa memperoleh bantuan pasca-bencana guna meringankan kerugian.

Leave a Reply