‎Chile Tarik Atase Militernya dari Israel, Protes Keras atas Krisis Kemanusiaan di Gaza

Istana Chile. (Foto: istimewa)
‎JOSS.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Chile resmi menarik seluruh atase militernya dari Kedutaan Besar Chile di Israel sebagai bentuk protes terhadap memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Kebijakan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Chile pada Rabu (27/5/2025).

‎Keputusan tersebut, menurut keterangan resmi Kemlu Chile, telah disampaikan langsung kepada otoritas Israel sebagai respons atas situasi tragis yang dialami rakyat Palestina akibat serangan dan blokade militer Israel.

‎“Langkah ini diambil setelah kami menyaksikan kondisi mengerikan di Gaza yang terus memburuk,” tegas pernyataan Kemlu Chile.

Chile juga mengecam operasi militer Israel yang dinilai tidak proporsional dan tidak mengenal batas kemanusiaan. Pemerintah Chile menuduh Israel secara aktif menghalangi distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terkepung itu.

‎Adapun pejabat yang ditarik dari Israel meliputi Atase Pertahanan dan Angkatan Udara Kolonel Christian Stuardo Nunez, Atase Militer Kolonel Marcelo Elo Rodriguez, dan Atase Angkatan Laut Kapten Pedro Perez Flores.

‎Kebijakan terbaru ini mempertegas keretakan hubungan diplomatik antara Chile dan Israel di bawah pemerintahan Presiden Gabriel Boric. Sebelumnya, Boric sudah menunjukkan sikap keras terhadap Israel sejak menjabat, termasuk saat menolak menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Israel Gil Artzyeli pada September 2022.

‎Tak hanya itu, pada April 2024, Chile juga melarang partisipasi Israel dalam ajang International Air and Space Fair (FIDAE). Sementara pada November 2023, Presiden Boric menarik duta besar Chile dari Tel Aviv sebagai reaksi atas serangan Israel ke kamp pengungsi Palestina di Gaza.

‎Chile kembali menyerukan agar Israel segera menghentikan agresi militer di wilayah Palestina yang diduduki, membuka akses bantuan kemanusiaan, dan menghormati prinsip hukum internasional serta hukum humaniter.

‎Di hari yang sama, serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina, menandai hari ke-600 dari konflik bersenjata yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*