Wali Kota Semarang Usulkan Musrenbang Khusus Pariwisata Guna Pengembangan Sektor Wisata Terarah

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengusulkan agar dilakukan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang fokus pada sektor pariwisata. Langkah ini dinilai penting untuk pengembangan wisata di kota ini secara lebih terencana dan menyeluruh.

“Jika kita sudah memiliki musrenbang untuk pembangunan, mengapa tidak ada musrenbang khusus untuk pariwisata? Kami akan mengatur rapat kerja dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan desa wisata untuk menyusun agenda pariwisata Kota Semarang,” ujarnya di Semarang pada Minggu (14/04/2025).

Agustina menambahkan bahwa musrenbang pariwisata ini bertujuan untuk merancang pengembangan desa-desa wisata dengan pendekatan yang lebih partisipatif. Rencananya, rapat kerja ini akan melibatkan Pemerintah Kota Semarang, kepala desa wisata, dan ketua pokdarwis untuk menyusun program wisata pada tahun 2026 mendatang.

Menurut Agustina, Semarang memiliki banyak potensi wisata yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Salah satunya adalah Goa Kreo yang terletak di Gunungpati. Goa ini terkenal dengan tradisi unik Kirab Sesaji Rewanda yang menjadi daya tarik wisata budaya.

“Goa Kreo ini adalah aset wisata yang sangat potensial. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi destinasi unggulan yang dikenal luas. Kami sudah mempersiapkan fasilitas seperti amfiteater, bahkan pernah mengadakan orkestra di sana,” ungkapnya.

Namun, ia mengakui bahwa akses jalan menuju Goa Kreo masih perlu diperbaiki. Untuk itu, Agustina telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk segera meningkatkan kualitas infrastruktur, terutama jalan masuk menuju area wisata tersebut.

“Kami akan memperbesar jembatan dan meningkatkan akses jalan supaya amfiteater di Goa Kreo bisa lebih menarik. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, tentu akan menyulitkan para seniman dan pengunjung,” jelasnya.

Agustina juga menyoroti pentingnya kegiatan budaya tahunan, seperti Kirab Sesaji Rewanda, yang bukan hanya sekadar atraksi, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai bentuk syukur atas alam dan upaya pelestarian sejarah.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan hubungan harmonis antara manusia dan alam, termasuk keberadaan monyet yang menjadi bagian dari ekosistem Goa Kreo.

“Kegiatan seperti Sesaji Rewanda harus terus dilestarikan. Ini bukan hanya tontonan, tapi juga bentuk syukur dan pengingat pentingnya pelestarian alam,” tambahnya.

Wali Kota Semarang menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus merawat dan mengembangkan warisan budaya tersebut. Dia berharap acara budaya tersebut bisa diadakan dengan lebih meriah lagi, melibatkan lebih banyak pokdarwis, serta masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi.

Dengan adanya musrenbang khusus pariwisata, diharapkan sektor wisata Semarang bisa berkembang lebih pesat dan lebih terorganisir, memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pelestarian budaya lokal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*