[widget id="text-5"]

Ulat Ditemukan di Buah Program Makan Bergizi Gratis SMPN 1 Semarang, Pihak Sekolah dan Penyedia Lakukan Evaluasi

Ilustrasi makanan program MBG. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Semarang – Insiden tak terduga terjadi di SMP Negeri 1 Kota Semarang. Sejumlah siswa dikagetkan dengan kemunculan ulat buah di dalam tempat makan mereka yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ulat tersebut diketahui berasal dari buah salak yang menjadi bagian dari menu makanan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/4/2025) dan sempat direkam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jelas seekor ulat berada di dalam ompreng atau tempat makan milik siswa.

Kepala SMPN 1 Kota Semarang, Siminto, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa ulat memang ditemukan pada salah satu porsi makan siswa.

“Memang betul, ada satu ompreng yang kebetulan berisi buah salak, dan di situ terlihat ada ulat yang bergerak. Itu murni dari buahnya,” ujar Siminto di halaman sekolah, Kamis (17/4/2025).

Begitu mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat. Mereka melaporkan temuan itu kepada pihak penyedia makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas program MBG di sekolah tersebut.

“Sudah kami laporkan dan sudah langsung diganti oleh penyedia. Kami juga memberikan peringatan agar kualitas makanan diperketat. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” tegasnya.

Siminto menjelaskan bahwa sekolah hanya bertugas membagikan makanan yang dikirim oleh penyedia. Mereka tidak melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum distribusi.

“Barang datang, kami langsung distribusikan ke siswa. Dari luar mungkin kelihatan baik-baik saja, tapi ternyata pas dibuka ada ulatnya. Untungnya tidak sampai dimakan oleh siswa,” tambahnya.

Ulat buah itu pun langsung dibuang. Pihak sekolah memastikan tidak ada siswa yang mengonsumsi bagian makanan yang terkontaminasi tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Prima Raja Sari Resto selaku mitra penyedia MBG, Amin Wasono, mengonfirmasi bahwa ulat tersebut berasal dari buah salak, bukan dari lauk atau sayur.

“Itu ulat buah, bukan maggot atau belatung seperti yang sempat disebutkan. Kami sudah klarifikasi, itu murni dari buah. Kalau dari sayur biasanya ulatnya sudah mati saat dimasak,” ujar Amin.

Ia mengaku kecolongan dalam proses sortir buah meski selama ini belum pernah ada laporan serupa dari sekolah lain. Saat ini, perusahaannya menyediakan layanan MBG untuk tiga TK, lima SD, satu SMP, dan satu SMA di wilayah Semarang.

“Kami akui ini kelalaian. Prosedur sortir sudah kami jalankan, tapi satu buah bisa lolos. Ini jadi evaluasi penting bagi kami,” kata Amin.

Sebagai bentuk langkah preventif, pihak penyedia memutuskan untuk tidak lagi memasukkan buah salak ke dalam menu MBG. Mereka akan menggantinya dengan buah yang lebih aman dan kecil kemungkinan mengandung ulat.

“Saya sudah konsultasi dengan ahli gizi. Untuk sementara, salak tidak akan kami gunakan lagi. Kami akan pilih buah lain yang lebih aman dan bebas dari potensi ulat,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]