
JOSS.CO.ID – Melalui kegiatan edukasi bertajuk Sekolah Kebijakan Publik, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surakarta ingin berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota tersebut.
Sekolah Kebijakan Publik ini berlangsung selama dua hari, yakni 19 dan 20 April 2025 di Sekretariat Bersama Kota Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai kampus di Solo Raya.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta agar dapat berkontribusi aktif dalam proses formulasi, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan publik pemerintah.
Sekolah Kebijakan Publik dibuka oleh Walikota Surakarta, Respati Ardi pada Sabtu, 19 April 2025. Respati yang juga menjadi keynote speaker berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan daya kritis mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.
“Diskusi dua hari saya harapkan bener-bener ada kebijakan publik, ada masukan kepada pemerintahan daerah. Harus kritis harus membangun, kritis boleh tapi juga ikut membangun,” jelas Respati.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan mengundang berbagai pemateri dari akademisi Kota Surakarta dan juga turut mengundang Wakil Wali Kota, Astrid Widayani.
Berbagai materi yang disampaikan mengarah pada pemahaman peserta mengenai dasar kebijakan publik, lalu membedah Kota Solo dari segi sosio-historis hingga potensi kedepannya, hingga pemahaman mengenai penulisan rekomendasi kebijakan.
Ketua Umum HMI Cabang Surakarta, Vito Vivaldi Mahardika mengatakan, acara ini diadakan untuk membangun semangat gerakan di Kota Surakarta pada khususnya untuk dapat bergerak bersama membangun kota.
“Untuk pertama kalinya HMI Cabang Surakarta dapat mengadakan Sekolah Kebijakan Publik dengan turut mengundang 50 mahasiswa perwakilan dari OKP maupun BEM di Kota Solo. Agenda ini tentu saja dapat menjadi langkah baru untuk bersinergi membangun Kota Solo,” katanya, Sabtu (19/4/2025).
Keberjalanan kegiatan selama dua hari tersebut menghasilkan sebuah output dalam “Bunga Rampai Policy Brief” yang nantinya akan diaudiensikan kepada stakeholder Kota Solo.
Sehingga harapannya para peserta tidak hanya berdiskusi, melainkan juga mampu mengeluarkan rekomendasi kebijakan untuk diberikan ke unsur pimpinan Kota Solo.
“Forum kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini bukan hanya menjadi akhir, melainkan sebuah awal di mana kita sebagai agent of change harus dapat melihat ke depan apa yang menjadi permasalahan dan apa yang kemudian harus kita perbuat untuk mengubahnya,” katanya.
“Setelah dua hari forum ini ditambah dengan output rekomendasi kebijakan, diharapkan kita dapat bersama mewujudkan Kota Solo menjadi lebih maju,” tandas Vito.

Leave a Reply