
Semarang, JOSS.CO.ID – Pemprov Jawa Tengah (Jateng) menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) menindaklanjuti Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2023 Tentang Fasilitasi dan Sinergitas Pengembangan Pesantren atau Perda Pesantren.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan, Pergub Pesantren ini terbit pada saat bulan Ramadan bulan lalu. Dia berharap regulasi ini seperti halnya turunnya lailaqul qadar yang memberikan pencerahan.
“Pergubnya terbit saat Ramadhan, benar-benar memberikan pencerahan seperti turunnya lailatul qodar untuk pesantren,” kata Gus Yasin saat acara Halal bi Halal dengan Santri Gayeng Nusantara (SGN) di Wisma Perdamaian Semarang, Senin (7/4/2025).
Perda Nomor 10 Tahun 2023 tersebut bertujuan memberikan dukungan kepada pesantren dalam meningkatkan penyelenggaraan fungsi Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat. Ini merupakan angin segar bagi pesantren di Jawa Tengah.
“Setelah terbitnya Pergub ini kami akan kawal, dan pelaksanaannya sesuai penganggaran akan diusulkan untuk masuk dalam anggaran perubahan 2025 serta APBD Murni Tahun 2026,” beber Gus Yasin.
Diharapkan, melalui Perda dapat terbangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang berilmu, beriman, berwawasan rahmatan lil alamin, dan berdaya saing dalam pembangunan.
Terbitnya Pergub untuk panduan pelaksanaan Perda, akan menjadi angin segar bagi pesantren. Gus Yasin menyebutkan persoalan yang dihadapi pesantren saat ini sudah terangkum dalam Perda dan Pergub.
Anggota TPPD (Tim Percepatan Pembangunan Daerah) Jawa Tengah, Haryanto mengatakan, Pergub Pesantren juga akan semakin memudahkan rencana beasiswa dengan Universitas Al Azar di Mesir untuk program S1 bagi santri di Jawa Tengah.
Dia mengamini Pergub Perda Pesantren yang ditandatangani Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebagai hadiah Lailatul Qodar.
“Sebab ditandatangani pak Gub saat Ramadhan kemarin,” katanya yang juga anggota SGN tersebut.
Menurutnya melalui Pergub ini ada juga MoU dengan Kedutaan Besar Korea Selatan yang membuka peluang Pendidikan dan lapangan kerja bagi santri. Kerja sama juga dibuka oleh Kedutaan Besar Jerman, dan juga pemerintah Jepang.

Leave a Reply