JOSS.CO.ID, Solo – Setelah sempat terhenti akibat proses revitalisasi, pasar malam akan kembali menyapa warga Solo di Alun-Alun Kidul (Alkid) Keraton Surakarta. Event yang dikemas dengan tajuk Pasar Rakyat Surakarta ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 19 April hingga 19 Mei 2025.
Pantauan pada Selasa siang (15/4/2025) menunjukkan geliat persiapan sudah mulai terasa di area Alkid. Tim dari Diana Ria Enterprise, selaku penyelenggara, mulai mendirikan berbagai wahana permainan khas pasar malam.
Mulai dari komidi putar, tong setan, hingga kora-kora perlahan berdiri menghiasi sudut-sudut alun-alun yang kini telah direvitalisasi. Di sisi lain, tenda-tenda untuk pelaku UMKM pun tampak mulai berjajar rapi, menandakan geliat ekonomi lokal yang segera bangkit.
Pasar malam ini sejatinya dirancang untuk menyambut bulan Syawal, namun lantaran kesiapan fasilitas di Alkid belum optimal, pelaksanaannya diundur dan sekaligus dijadikan rangkaian peringatan Hari Kartini.
Hal tersebut disampaikan oleh Gusti Kanjeng Ratu Timoer Rumbai, perwakilan dari Keraton Solo.
“Sebenarnya agenda awal untuk menyambut Syawal, tapi karena infrastruktur belum siap seperti instalasi listrik, jadi kami putuskan pelaksanaan dimulai April ini,” ujarnya, dikutip dari Solopos, Selasa (15/04/2025) sore.
Gusti Timoer memastikan operasional pasar malam akan dimulai setiap sore hingga malam hari, namun tidak menutup kemungkinan adanya kegiatan siang hari, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Ia juga menegaskan bahwa pihak Keraton telah berkoordinasi dengan berbagai instansi agar kegiatan ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi Alun-Alun Kidul pascarevitalisasi.
“Kami siapkan tambahan fasilitas kebersihan seperti tempat sampah tambahan. Koordinasi dengan instansi terkait juga sudah dilakukan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan,” lanjutnya.
Pasar malam edisi 2025 ini akan menghadirkan lebih dari sekadar hiburan. Sejumlah wahana menarik seperti rumah balon, adventure river, ombak banyu, jet coaster, hingga rumah hantu siap menghibur pengunjung dari berbagai usia.
Di samping itu, penyelenggara juga menyiapkan sedikitnya 97 lapak bagi pelaku UMKM yang akan meramaikan suasana pasar malam dan menghadirkan beragam kuliner serta produk lokal.
Antusiasme juga datang dari para pedagang lokal. Koordinator PKL Alkid Keraton Solo, Tri Hartanto, mengungkapkan bahwa tidak ada perubahan jadwal atau relokasi bagi pedagang yang sudah biasa berjualan di area tersebut.
“Selama pasar malam berlangsung, kami tetap jualan seperti biasa. Justru dengan adanya event ini, kami berharap Alkid akan semakin ramai dan bisa meningkatkan omzet,” ungkap Tri.
GKR Timoer berharap, melalui penyelenggaraan pasar malam ini, masyarakat bisa kembali menjadikan Alkid sebagai ruang publik yang inklusif dan hidup. Ia menegaskan bahwa Keraton Solo tidak menutup diri terhadap aktivitas masyarakat, asalkan tetap mengikuti aturan yang telah disepakati bersama.
“Alun-alun adalah milik rakyat. Dengan adanya pasar malam ini, kami ingin menunjukkan bahwa revitalisasi tidak mengubah semangat ruang publik Alkid sebagai tempat berkumpul warga,” tutupnya.

Leave a Reply