
JOSS.CO.ID, Pekalongan – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-119 Kota Pekalongan, Museum Batik Pekalongan bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal menyelenggarakan pameran batik bertema “Kolaborasi Berkelanjutan”. Pameran ini dibuka untuk umum dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2025.
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya nasional yang harus terus dijaga. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat makna budaya batik sebagai warisan bangsa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa bersinergi dengan sektor ekonomi. Pameran ini bukan hanya ajang apresiasi, tapi juga edukasi yang menyentuh aspek historis dan nilai-nilai bangsa,” tutur Nurhayati, Rabu (30/04/2025).
Nurhayati menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya. Menurutnya, batik memiliki filosofi dan nilai luhur, layaknya rupiah yang merepresentasikan identitas nasional dan patut dijaga keberadaannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengungkapkan bahwa pameran ini menghadirkan berbagai koleksi batik klasik dan langka yang mencerminkan kekayaan sejarah batik Indonesia.
“Kami menampilkan batik-batik khas era 1970-an, seperti motif buketan dari Pekalongan dan batik Tiga Negeri-Lawasan yang menggabungkan ciri khas Solo, Pekalongan, dan Lasem. Bahkan, ada batik Adik Baji dari tahun 1950-an yang dikenal karena kehalusan kainnya,” jelas Bimala.
Salah satu koleksi paling menarik yang dipamerkan adalah batik Walangkekek, milik pribadi penyanyi keroncong legendaris Waldjinah. Batik dengan motif gringsing tersebut dibuat pada dekade 1980-an dan pernah dikenakan Waldjinah dalam sebuah kunjungan resmi ke Jepang pada tahun 2000.
Pameran batik ini menjadi salah satu agenda budaya penting yang tidak hanya menyoroti estetika kain tradisional, tetapi juga memperlihatkan narasi sejarah dan identitas nasional melalui wastra Nusantara.

Leave a Reply