
JOSS.CO.ID, Kudus – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus resmi memberlakukan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di seluruh objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, mulai 2 April 2025.
Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, menyampaikan bahwa kebijakan ini diterapkan di 20 loket objek wisata dengan tujuan mempermudah transaksi pembelian tiket bagi wisatawan.
“Dengan QRIS, wisatawan tidak perlu lagi membawa uang tunai untuk membeli tiket masuk objek wisata. Lebih praktis dan cepat,” ungkap Mutrikah, Kamis (10/4/2025).
Selain meningkatkan pelayanan, penerapan sistem digital ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, sebagai strategi untuk mengoptimalkan Penerimaan Asli Daerah (PAD) sekaligus menekan potensi kebocoran retribusi.
20 Loket Wisata di Kudus Kini Sudah Terintegrasi QRIS
Saat ini, 20 loket objek wisata yang dikelola dua UPTD—yakni UPTD Pengelola Objek Wisata dan UPTD Museum & Taman Budaya—sudah menerapkan pembayaran digital. Objek-objek wisata tersebut meliputi:
– Museum Kretek
– Taman Krida Wisata
– Taman Budaya dan Gedung Kesenian
– Waterpark, Waterpool, Ember Tumpah
– Trampolin, Gantangan, Terapi Ikan
– Mandi Bola, Mini Movie
– Portal Colo, Pondok Wisata, Hotel Graha Muria
– Parkir Khusus Colo
Dan sejumlah titik retribusi untuk PKL seperti di Taman Krida, Taman Menara, Museum Kretek, hingga area sekitar Colo.
Didukung Bank Jateng dan BI, Disbudpar Gencar Sosialisasi Digitalisasi
Sebelum implementasi resmi, Disbudpar Kudus telah mengajukan barcode QRIS ke Bank Jateng dan Bank Indonesia (BI). Kedua lembaga tersebut juga memberikan pelatihan khusus kepada para petugas loket, guna memastikan sistem berjalan optimal.
Mutrikah menambahkan, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai cara.
“Kami gunakan media sosial, sebar flyer digital, dan juga mengadakan pertemuan langsung agar warga terbiasa dengan pembayaran digital,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Disbudpar tengah menyiapkan kartu elektronik khusus objek wisata yang sudah dilengkapi saldo. Kartu ini ditujukan untuk masyarakat yang belum menggunakan layanan mobile banking atau tidak memiliki e-wallet.

Leave a Reply