
JOSS.CO.ID, Semarang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini terbuka untuk umum. Berdasarkan data terbaru, program ini diikuti oleh sekitar 1.400 hingga 1.500 orang setiap harinya di berbagai fasilitas kesehatan di Kota Semarang.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Setiap hari kami melayani lebih dari seribu peserta CKG. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan mulai meningkat,” ujar Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, di Semarang, Rabu (16/4/2025).
Untuk mendongkrak partisipasi warga, Dinkes menggandeng sekitar 16.000 kader kesehatan sebagai ujung tombak di lapangan. Para kader ini berperan aktif mengajak warga di lingkungan masing-masing agar datang ke puskesmas dan mengikuti pemeriksaan.
Awalnya, program ini hanya ditujukan bagi masyarakat yang sedang merayakan ulang tahun. Namun, kini Program CKG telah dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia maupun momen khusus.
“Sekarang layanan sudah terbuka untuk umum, tidak hanya untuk yang sedang ulang tahun. Ini bagian dari upaya kami memperluas jangkauan layanan kesehatan,” jelas Hakam.
Jadwal dan Cara Mengakses Program CKG Semarang
Program ini berlangsung secara serentak dari 10 Februari hingga 31 Desember 2025. Warga bisa melakukan pendaftaran setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, dan layanan pemeriksaan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB tanpa kuota harian—pendaftaran tetap dibuka selama loket belum ditutup.
Untuk mendaftar, warga bisa menggunakan aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM). Bagi yang tidak memiliki akses ponsel pintar, cukup datang langsung ke puskesmas dengan membawa KTP.
Program CKG meliputi pemeriksaan lengkap untuk berbagai rentang usia, di antaranya:
– Bayi baru lahir: deteksi dini hipotiroid, G6PD, kelainan adrenal, penyakit jantung bawaan, dan kelainan saluran empedu.
– Balita dan anak usia prasekolah: pemeriksaan tumbuh kembang, TB, gigi, mata, telinga, talasemia (usia ≥2 tahun), dan gula darah.
– Dewasa dan usia produktif: skrining penyakit kardiovaskular, tekanan darah, risiko stroke dan jantung (usia ≥40 tahun), fungsi ginjal, serta kanker (payudara, leher rahim, paru, usus bagi pria usia ≥45 tahun).
– Lansia: pemeriksaan geriatri, kanker, paru, fungsi indra, serta kesehatan hati (Hepatitis B dan C, fibrosis/sirosis hati).
– Calon pengantin: pemeriksaan anemia (perempuan), sifilis, dan HIV.
– Kesehatan jiwa dan pemeriksaan mata-telinga juga tersedia untuk semua usia.
Seluruh layanan diberikan berdasarkan hasil skrining awal. Jika ditemukan indikasi penyakit tertentu, peserta akan mendapatkan tindak lanjut dan diagnosis resmi dari dokter.
Dengan program ini, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam membangun sistem layanan kesehatan preventif yang merata dan mudah diakses oleh seluruh warga. Program ini juga diharapkan mampu menekan angka penyakit kronis melalui deteksi dini yang komprehensif.

Leave a Reply