Kota Salatiga Terkendala Masalah Lahan Untuk Bangun Sekolah Rakyat

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur

JOSS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan bahwa prgram Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto bakal dilaksanakan pada tahun ini di 35 kabupaten/kota.

Meski begitu, dari 35 daerah tersebut, ada satu daerah yang masih terkendala masalah lahan, yakni Kota Salatiga. Hingga saat ini, Pemkot Salatiga belum mengajukan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kabupaten/kota se-Jateng hampir semuanya ajukan pendirian Sekolah Rakat. Hanya ada satu yang belum pasti, Salatiga. Selain itu sudah,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Imam Maskur kepada wartawan, belum lama ini.

Dia menjelaskan, hanya Kota Salatiga yang masih belum jelas mengenai lokasi lahan yang bisa diajukan untuk pendirian Sekolah Rakyat. Sedangkan 34 kabupaten/kota lainnya telah mengajukan lahan yang saat ini masih terus dikaji.

Imam mengungkapkan, Kota Salatiga masih terkendala luasan lahan minumum 5 hektare sebagaimana yang telah disyaratkan. Namun, dia memastikan bahwa hal ini tidak menjadi kendala untuk membangun Sekolah Rakat di Kota Salatiga.

“Ya karena enggak punya lokasi. Tapi Pemprov Jateng alokasikan dua lokasi, di Salatiga 5,2 hektar dan Demak 8,2 hektar. Jadi nanti yang Salatiga bisa pakai tempat kita [Provinsi Jateng],” beber Imam.

Sedangkan untuk lahan yang sudah diajukan oleh 34 kabupaten/kota lainnya, seluruhnya sudah melewati tahapan verifikasi. Tahapan selanjutnya ialah tinjauan lapangan untuk memastikan kondisi riil dan kesiapannya dalam pembangunan Sekolah Rakyat.

“Rata-rata luasannya 5 hektar yang diajukan. Tapi ada juga yang sampai 7-8 hektar. Harapannya, Sekolah Rakyat ini yang siapkan lahannya ya kabupaten/kota sendiri, meskipun ada alternatif lahan provinsi, seperti Salatiga yang belum jelas,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*