Kesbangpol Jateng Respon Polemik Penolakan Kremasi Murdaya Poo di Magelang: Sudah Kondusif

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Haerudin

JOSS.CO.ID – Viral di media sosial menarasikan warga di Dusun Ngaran II, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menolak rencana kremasi terbuka salah satu tokoh umat Buddha, Murdaya Poo, yang wafat di Singapura pada 7 April lalu.

Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun Facebook Vinanda Febriani itu, menyatakan ada missed-komunikasi antara pihak Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan masyarakat setempat.

Adapun dalam unggahan Vinanda Febriani itu, menyatakan sejak awal, warga setempat tidak pernah merasa keberatan dengan umat agama atau kepercayaan mana pun. Masyarakat tidak pernah mengusik peribadatan pihak mana pun di Borobudur.

“Saya menulis ini sebagai salah satu warga asli Borobudur, meskipun bukan warga Ngaran II yang berhadapan langsung. Sebagai sesama warga lokal, saya tergerak untuk menjelaskan tentang informasi yang beredar,” tulis postingan Vinanda.

Vinanda menceritakan, mendiang Murdaya Poo akan dikremasi di lahan milik istrinya yang terletak di dusun Ngaran II Borobudur, atau sekitar 570 meter dari sisi selatan Candi. Kegiatan kremasi dijadwalkan pada 5 Mei 2025 dengan cara tradisional ala Tibet.

Kendati demikian, proses kremasi mendapat penolakan dari warga Borobudur. Berdasarkan informasi yang Vinanda bagikan, penolakan itu dilatarbelakangi adanya miskomunikasi dari pihak Walubi, sejak pertemuan pertama dengan tokoh masyarakat.

Masyarakat menolak kegiatan kremasi dengan alasan lahan itu bukan diperuntukkan sebagai tempat kremasi. Sebab, di Magelang ada tiga krematorium yang bisa digunakan, layak, dan sesuai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Namun mengapa keluarga Murdaya nampaknya tetap berusaha mempertahankan agar mendiang dikremasi di Ngaran II?,” sambungnya.

Menanggapi polemik ini, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jateng, Haerudin, membenarkan terkait adanya permasalahan rencana kremasi Murdaya Poo di Borobudur, Magelang.

Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti duduk perkara awal atau mengenai missed-informasi tersebut.

“Saya tidak tahu persis ya, terkait masalahnya. Tapi, informasi di Magelang itu, sudah kondusif,” kata Haerudin kepada wartawan, Senin (21/4/2025).

Spanduk-spanduk penolakan warga Dusun Ngaran II terkait rencana kremasi Murdaya Poo di Borobudur juga sudah tidak ada. Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Magelang, telah melakukan pencopotan tadi pagi.

“Warga juga sudah difasilitasi Pemkab Magelang, untuk komunikasi lebih lanjut, sehingga spanduk penolakan yang dipasang juga sudah dilepas,” imbuh Haerudin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*