
JOSS.CO.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memfasilitasi Forum Perangkat Daerah yang membahas tema “Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa dalam Rangka Menjaga Ketahanan Wilayah Jawa Tengah”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Cendrawasih Badan Kesbangpol Jateng pada Senin (14/4/2025) ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari berbagai unsur pemerintahan, lembaga negara, dan organisasi kemasyarakatan.
Hadir dalam acara ini jajaran Anggota Komisi A DPRD Jateng serta unsur Forkopimda Jateng. Selain itu, turut hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota se-Jateng serta perwakilan dari dinas dan instansi vertikal
Selain itu hadir organisasi kemasyarakatan yang berperan dalam menjaga kondusivitas wilayah. Juga hadir perwakilan dari KPU Provinsi Jawa Tengah dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah yang turut mendukung tercapainya tujuan forum.
Kepala Badan Kesbangpol Jateng Haerudin menekankan pentingnya penguatan karakter bangsa untuk menjaga ketahanan wilayah, dengan cara memperkuat kerukunan antarumat beragama, moderasi beragama, dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan.
“Peran Kesbangpol sangat krusial dalam memfasilitasi dialog antar berbagai elemen masyarakat untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan yang menjadi landasan negara,” kata dia dalam sambutannya.
Pada forum ini, berbagai isu penting dibahas, termasuk penguatan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), yang menjadi indikator utama dalam menilai kualitas demokrasi dan stabilitas politik di daerah.
Para narasumber yang hadir di antaranya Anggota Komisi A DPRD Jateng Imam Teguh dan Wagiyo Ahmad Nugroho yang membahas pentingnya penguatan IDI sebagai fondasi bagi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Para peserta juga mendiskusikan peran lembaga-lembaga negara, masyarakat sipil, dan media massa dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas di sektor pemerintahan daerah.
Selain itu, penguatan karakter bangsa juga menjadi topik utama, di mana forum menggarisbawahi pentingnya pendidikan kebangsaan sejak dini, pengarusutamaan moderasi beragama, serta pelestarian budaya lokal dan bahasa daerah.
Salah satu program prioritas yang dibahas adalah pemberdayaan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan penguatan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Forum ini juga mencatatkan pentingnya upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, yang menjadi ancaman serius terhadap ketahanan sosial di Jawa Tengah.
Tak kalah penting, forum juga menyoroti langkah-langkah konkret dalam peningkatan kondusivitas wilayah, di mana berbagai ancaman seperti terorisme dan tindak kriminal perlu ditangani dengan koordinasi yang lebih baik antar lembaga.
Menurut data yang dipaparkan dalam forum, meskipun Jawa Tengah dikenal relatif aman, potensi gangguan tetap ada, dan diperlukan deteksi dini serta edukasi masyarakat untuk mencegah terjadinya kekerasan atau radikalisasi.
Haerudin berharap bahwa hasil dari forum ini dapat menjadi acuan bagi kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan wilayah, memperkuat demokrasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, Jawa Tengah diharapkan dapat terus berkembang sebagai provinsi yang aman, sejahtera, dan demokratis,” ungkap dia.

Leave a Reply