Gubernur Jateng Tegaskan Target Swasembada Pangan di 2026

Gubernur Jateng Ahmad Lutfi. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Magelang – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pada 2026, Provinsi Jateng harus mencapai swasembada pangan. Ini merupakan kelanjutan dari program yang dimulai pada 2025, yakni penguatan infrastruktur untuk mendukung pencapaian tersebut.

Hal ini, dia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah Eks-Karesidenan Kedu di Kabupaten Magelang.

“Program swasembada pangan ini akan menjadi fokus utama setelah 2025, dengan penguatan infrastruktur yang menjadi penunjang utama,” ujar Luthfi usai acara tersebut, Senin (28/04/2025).

Luthfi menjelaskan bahwa pencapaian swasembada pangan di Jateng selaras dengan program nasional.

“Setelah musrenbang tingkat kabupaten, hasilnya akan dibawa ke tingkat provinsi dan diteruskan ke kementerian terkait. Semua pihak sepakat bahwa Jateng 2026 harus swasembada pangan,” katanya.

Menurut Luthfi, potensi Jateng untuk mencapai swasembada pangan sangat besar, bahkan dapat menghasilkan surplus.

“Pemerintah pusat memberikan target 11 juta ton beras untuk Jawa Tengah, dan kami yakin bisa mencapainya. Hingga saat ini, kami telah memanen 4,9 juta ton beras dari hampir 731 ribu hektare lahan, dan dalam empat bulan ke depan, kami optimis bisa memenuhi target nasional,” jelasnya.

Pada tahun 2024, lanjut Luthfi, Jawa Tengah telah menghasilkan 8,8 juta ton beras dari 1,5 juta hektare lahan. Lebih jauh, Luthfi menjelaskan pentingnya swasembada pangan untuk kedaulatan pangan di Jawa Tengah.

“Ini menunjukkan bahwa kami siap dan mampu mencapai swasembada pangan,” tambahnya.

“Swasembada pangan adalah tentang kedaulatan pangan. Kami ingin memastikan bahwa Jawa Tengah tidak hanya berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki kendali penuh atas pasokan pangan di wilayah ini,” ungkapnya dengan tegas.

Dengan potensi lahan yang luas dan hasil pertanian yang melimpah, Jawa Tengah semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi penyangga pangan utama di Indonesia.

Program swasembada pangan ini, katanya, diharapkan dapat mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di Jateng.

“Ke depannya, kami akan terus memperbaiki infrastruktur dan dukungan bagi sektor pertanian, agar target swasembada pangan pada 2026 tercapai dengan optimal,” tambah Lutfi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*