Bulog Banyumas Genjot Serapan Gabah Saat Panen Raya, Libatkan TNI dan Warga

Ilustrasi panen raya. (Foto: jitunews)

JOSS.CO.ID, Banyumas – Perum Bulog Cabang Banyumas tengah mengintensifkan pengadaan cadangan pangan nasional dengan mempercepat penyerapan gabah dan beras (sergab), memanfaatkan momentum panen raya yang masih berlangsung di wilayah eks Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah.

Pemimpin Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan aparat TNI dalam pelaksanaan program ini. Para Babinsa turut mendampingi langsung di lapangan, bahkan hingga larut malam.

“Babinsa selalu siap mendampingi tim kami di sawah, bahkan sampai tengah malam. Semangat mereka luar biasa untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Prawoko di Purwokerto, Rabu (16/4/2025).

Hingga saat ini, Bulog Banyumas telah berhasil menyerap 15.391 ton gabah dan 11.636 ton beras. Jika dikonversi ke dalam bentuk beras, totalnya mendekati 20.000 ton. Proses serapan masih berjalan, dengan rata-rata tambahan harian sekitar 300–600 ton.

Namun, terbatasnya kapasitas lantai jemur di gudang Bulog maupun mitra menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi hal itu, TNI turut berkontribusi menyediakan lahan penjemuran alternatif, seperti di halaman Markas Kodim 0701/Banyumas, Korem 071/Wijayakusuma, dan area milik TNI lainnya.

Menariknya, kontribusi warga juga tampak nyata, terutama di Cilacap. Salah satu mitra Bulog, Yatirin—yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja—memberdayakan warga sekitar untuk menjemur gabah dari luar daerah, meski wilayahnya sendiri belum panen.

“Gabah tersebut dijemur di sepanjang jalan desa sepanjang lebih dari satu kilometer, melibatkan warga setempat. Aksi ini bahkan viral di media sosial sebagai penjemuran gabah terpanjang,” terang Prawoko.

Upaya kolaboratif antara Bulog, TNI, dan masyarakat ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus menjadi solusi konkret di tengah keterbatasan infrastruktur penunjang. Langkah ini juga menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas pasokan beras nasional di tahun 2025.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*