
JOSS.CO.ID – Program Sekolah Rakyat yang menyediakan akses pendidikan secara gratis plus asrama sudah siap beroperasi di lima daerah di Jawa Tengah (Jateng) pada tahun ajaran 2025/2026 ini.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jateng, Imam Maskur mengatakan, ada lima sentra layanan Kementerian Sosial yang siap dioperasikan untuk mendukung program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Yaitu Sentra Satria Baturraden di Kabupaten Banyumas, Sentra Kartini di Kabupaten Temanggung, Sentra Terpadu Prof Soeharso di Kota Solo, Sentra Antasena di Kabupaten Magelang, dan Sentra Margo Laras di Kabupaten Pati.
“Lima itu akan digunakan langsung tahun ini untuk Sekolah Rakyat, operasionalnya sudah siap, tinggal jalan,” kata Imam kepada wartawan, belum lama ini.
Meski siap membuka pendaftaran siswa baru, namun ketentuan jumlah rombogan belajar dan tenaga pengajar masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Total kuotanya belum bisa kita sampaikan, karena Rombes di Kemensos yang mengatur, guru koordinasi dengan Kemendikdasmen, kita masih menunggu informasi lanjutan,” ungkap dia.
Adapun untuk syarat, Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, terdapat prioritas bagi yang masuk di kategori Desil 1 dan Desil 2.
“Kuotanya nanti, peruntukannya untuk Desil 1 dan 2 utamanya, nah kalau ada sisa slot, bisa untuk Desil 3 dan Desil 4. Dan anak tidak/putus sekolah juga prioritas,” beber Imam.
Lebih lanjut, dalam penerapannya, Sekolah Rakyat ini nantinya akan menerapkan sistem boarding school atau berasrama. Tidak hanya itu, Sekolah Rakyat juga 100 persen gratis, termasuk fasilitas makan, pakaian, buku, dan perangkat pendukung lainnya.
“Jadi nanti bisa menghemat biaya untuk orangtua, bagi yang rumahnya jauh, tak perlu memikirkan buat keluar biaya angkot, karena seperti boarding school,” tandas Imam.

Leave a Reply