
JOSS.CO.ID, PURWOREJO – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengawasan tata kelola LPG 3 Kg di wilayah Jateng.
Politikus Partai Golkar itu mendukung komitmen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai upaya memperbaiki sistem distribusi tabung gas elpiji subsidi.
Saleh mengatakan, pihaknya siap melakukan pengawasan penyaluran LPG 3 Kg mulai dari agen ke sub pangkalan hingga diterima masyarakat. Hal ini supaya distribusinya berjalan tepat sasaran dan tidak ada yang dirugikan.
“Kami di DPRD Jawa Tengah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami, apabila dibutuhkan akan turut melakukan pengawasan tata kelola LPG agar kepentingan masyarakat Jawa Tengah tetap terwakili,” kata dia usai kegiatan Safari Ramadan Partai Golkar di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Kedungsari, Purworejo, Senin (10/3/2025).
Pada kesempatan itu, Saleh juga mendampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dari Partai Golkar. Yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, dan Wakil Menteri Perdagangan Roro Esti.
Pada kesempatan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara blak-blakan mengungkapkan adanya upaya untuk memperbaiki tata kelola Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg atau yang dikenal sebagai gas melon.
Bahlil menegaskan bahwa ada oknum mafia yang ingin mempertahankan harga tinggi dan tidak ingin rakyat mendapatkan gas dengan harga terjangkau.
“Sekarang saya lagi mau tata agar yang nakal-nakal ini tidak boleh lagi terjadi. Cuma kalau kita mau tata ada oknum-oknum mafia yang tidak ingin untuk rakyat dikasih harga murah. Maunya mahal-mahal saja,” ujar Bahlil di Ponpes Darut Tauhid, Purworejo.
Bahlil menjelaskan bahwa akibat ulah mafia, harga LPG 3 kg seringkali melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya reformasi dalam sistem distribusi agar subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
“Karena negara sudah membayar subsidi per tabung itu Rp36.000,” tegas Bahlil yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Dia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat kepada para menteri untuk memastikan semua subsidi yang dikucurkan pemerintah dapat terlaksana tepat sasaran. Tujuannya adalah demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kami menteri-menteri ini ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk meluruskan, agar semua subsidi itu sampai ke rakyat,” jelas Bahlil.

Leave a Reply