
JOSS.CO.ID, Jakarta – Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menggelar perundingan rahasia dengan Hamas untuk membahas pembebasan sandera warga AS yang ditahan di Gaza.
Sumber dari Reuters mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump memberikan ancaman keras kepada Hamas untuk segera membebaskan tawanan Israel yang ditahan. Trump menyatakan bahwa jika Hamas tidak mematuhi perintah tersebut, akan ada konsekuensi serius yang harus dihadapi.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menuntut Hamas untuk membebaskan semua sandera, termasuk menyerahkan jenazah mereka yang sudah meninggal.
“Jika tidak, semuanya akan berakhir bagi kalian.” kata Trump, dikutip dari Reuters, Jumat (07/03/2025).
Trump menambahkan bahwa tidak ada satu pun anggota Hamas yang akan selamat jika mereka tidak menyerahkan tawanan.
“Juga, kepada warga Gaza: Masa depan yang indah menanti, tetapi tidak jika kalian menahan sandera. Jika kalian tetap melakukannya, kalian akan mati! Buatlah keputusan yang cerdas. BEBASKAN SANDERA SEKARANG, ATAU KALIAN AKAN MENANGGUNG AKIBATNYA NANTI!”
Utusan khusus AS untuk urusan sandera, Adam Boehler, diberi kewenangan oleh Gedung Putih untuk bernegosiasi langsung dengan Hamas. Boehler dilaporkan telah bertemu dengan pejabat Hamas di Doha, Qatar dalam beberapa pekan terakhir, meskipun identitas perwakilan Hamas belum diketahui.
Hamas, menanggapi ancaman Trump, menganggap langkah tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membatalkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan memperketat blokade terhadap warga Gaza.
Juru Bicara Hamas, Abdel-Latif Al-Qanoua, menyarankan bahwa cara terbaik untuk membebaskan sandera Israel yang tersisa adalah dengan menekan Israel untuk mematuhi kesepakatan yang telah disepakati di bawah mediasi pihak ketiga.

Leave a Reply