JOSS.CO.ID, Semarang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan keselamatan dan keamanan penumpang selama angkutan Lebaran 2025 dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian.
“Sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan, kami memastikan perjalanan kereta api selama angkutan Lebaran berlangsung aman dan nyaman,” kata Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI (Persero), Dadan Rudiansyah, usai memimpin apel gelar pasukan di Kantor PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (24/03/2025).
Dadan menyebutkan, berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Masyarakat dari Kementerian Perhubungan, sekitar 52% penduduk Indonesia atau 146,48 juta orang diperkirakan akan mudik pada Lebaran 2025, dengan 16,2% di antaranya menggunakan kereta api. KAI siap mengantar pemudik dengan aman dan nyaman.
“Angkutan Lebaran dimulai 21 Maret dan berakhir 11 April. Posko pengamanan akan dibuka mulai Senin hingga 8 April,” jelas Dadan.
Untuk menjamin keamanan, KAI menyiapkan 9.000 petugas keamanan dari internal dan eksternal, seperti kepolisian, TNI, dan instansi terkait di setiap daerah operasi.
Selain itu, KAI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan pihak terkait lainnya untuk melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana serta memastikan standar pelayanan di stasiun.
“Kami juga menempatkan petugas tambahan 24 jam untuk memantau daerah rawan longsor, banjir, dan gangguan keamanan,” tambah Dadan.
Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto, Gun Gun Nugraha, menyebutkan, pihaknya menyediakan 11.856 tempat duduk per hari, dengan total kapasitas mencapai 260.832 tempat duduk untuk perjalanan KA reguler dan tambahan. Di Stasiun Purwokerto, rata-rata 6.000 penumpang turun per hari, sementara di seluruh stasiun Daop 5 Purwokerto, mencapai 10.000 hingga 11.000 penumpang per hari.
“Puncak arus mudik di Daop 5 Purwokerto diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025,” ujar Gun Gun.
Gun Gun juga menyebutkan, di Daop 5 Purwokerto ada 27 perlintasan sebidang yang tidak terjaga, dengan delapan titik berada di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Sebanyak 12 perlintasan telah mendapat penjagaan kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat. KAI juga merencanakan penutupan tujuh perlintasan sebidang pada tahun 2025, dengan satu perlintasan sudah ditutup.

Leave a Reply