Perlancar Arus Mudik di Jateng, Pemprov Minta Rambu Penunjuk Arah Diperbanyak

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin Rakor Forkopimda Jateng Menjaga Kondusivitas Wilayah Menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (17/3/2025). (Foto: Tangkapan layar YouTube Pemprov Jateng)

JOSS.CO.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) memperbanyak rambu-rambu penunjuk arah di setiap jalan guna memperlancar arus mudik Lebaran 2025.

Dia bilang, Jateng menjadi provinsi dengan pergerakan manusia terbanyak pada Hari Raya Idulfitri 2025. Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, Jateng akan dilewati sebanyak 17,9 juta orang.

Hal itu dikatakannya saat memimpin Rakor Forkopimda Jateng “Menjaga Kondusivitas Wilayah Jawa Tengah, Menyambut Har Raya Idulfitri 1446 H, Mudik Lebaran dan Arus Baik Tahun 2025” di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (17/3/2025).

“Kita semua sepakat bahwa mudik merupakan hajat nasonal, artinya kita tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling bahu membahu. Ingat bahwa nanti di Jawa Tengah hampir 17,9 juta tumplek blek,” kata Ahmad Luthfi.

Dia meminta SKB lintas kementerian tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Libur Arus Mudik dan Balik Angkutan Lebaran Tahun 2025/1466 H ditegakkan di daerah untuk menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran, arus mudik.

“Oleh karena itu penekanan saya yang pertama SKB harus menjadi prioritas kita karena satu saya pengen mulai 24 Maret sampai 8 April nanti dipatuhi,” ungkap dia.

Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalkan sistem aglomerasi di Jawa Tengah. Oleh sebab itu Dishub bersama Satlantas Polres diminta menerapkan sistem one way atau jalur searah selama mudik Lebaran ini.

“Dishub segera merapatkan barisan dengan temen-temen Polri. Di masing-masing perempatan dibikin searah, dari Solo sampai Brebes, aglomerasi Solo Raya main, Semarang Raya main, Pekalongan main sampai lintas Brebes,” bebernya.

Mantan Kapolda Jateng itu juga meminta petugas lalu lintas memperbanyak rambu-rambu penunjuk arah guna memudahkan masyarakat melakukan perjalanan menuju lokasi tujuan.

“Semakin banyak penunjuk arah semakin memperlancar arus. Kalau bikin portable kelamaan. Masuk Jakarta, masuk Brebes, tulis saja pakai tulisan tangan gapapa, tapi prinsipnya orang mudik tahu,” tandas Ahmad Luthfi.

Pihaknya juga membuka opsi rekayasa lalu lintas dengan sistem one way lokal di Tol Kalikangkung Semarang-Batang pada puncak arus mudik. Selain itu rest area di setiap ruas jalan tol juga akan dioptimalkan guna melayani pemudik.

“Jadi boleh macet panjang, tapi harus lancar,” tegasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*