Mohammad Saleh Berharap Program Swasembada Pangan Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh.

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto ditarget bisa tercapai pada tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jateng pun juga sudah berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan tersebut dengan menambah Luas Tambah Tanam (LTT) mencapai 2,3 juta hektare pada 2025.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus berusaha meningkatkan perbaikan irigasi, memberi kemudahan petani mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dan mikro tanpa agunan, serta penyediaan dan distribusi pupuk bersubsidi yang disederhanakan dengan hanya memakai KTP.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, pun mengapresiasi langkah peningkatan pertanian untuk swasembada pangan dari Pemprov Jateng. Hal itu penting agar target swasembada pangan dari Presiden Prabowo bisa terwujud paling lambat pada tahun 2026.

Baca Juga: Mohammad Saleh Ajak Masyarakat Ciptakan Suasana Kondusif Selama Ramadan

“Selama ini Jateng jadi salah satu lumbung pangan nasional. Langkah-langkah Pemprov Jateng untuk meningkatkan hasil pertanian guna terwujudnya swasembada pangan seperti yang dicanangkan Pemerintah Pusat, patut kita apresiasi,” ujar Mohammad Saleh.

Meski demikian, Mohammad Saleh yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Jateng itu berharap swasembada pangan juga harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani. Mengingat saat ini kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian masih jauh dari ideal.

Contohnya, di Kabupaten Wonosobo yang persentase tenaga kerja di sektor pertanian terbanyak ke-4 se-Jawa Tengah yakni 22,24 persen, memiliki angka persentase penduduk miskin sebesar 15,58 persen atau terbanyak ke-3 se-Jawa Tengah.

“Jadi swasembada pangan ini juga harus diikuti dengan langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Itu juga sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan,” kata Mohammad Saleh.

“Salah satu langkah itu adalah dengan mengoptimalkan penyerapan gabah serta menentukan kebijakan harga yang lebih adil agar petani tidak selalu menjadi pihak yang dirugikan,” imbuhnya.

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*