
JOSS.CO.ID, Semarang – Media Israel melaporkan bahwa kelompok pertama yang terdiri dari 100 warga Palestina dari Jalur Gaza sedang mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke Indonesia, pada Rabu (26/03).
Program ini disebut sebagai inisiatif percontohan yang bertujuan untuk mendorong “emigrasi sukarela” dari warga Palestina di Gaza.
Program ini akan dipimpin oleh Mayor Jenderal Ghassan Alian, yang menjabat sebagai kepala Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), sebuah badan yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Israel.
Sebagian besar warga Palestina yang terlibat diharapkan akan bekerja di sektor konstruksi. Hal ini, berdasarkan laporan Times of Israel yang mengutip Channel 12 News.
Israel berharap jika program percontohan ini berhasil, ribuan warga Gaza akan mengikuti langkah serupa untuk pindah ke Indonesia, dengan beberapa di antaranya mungkin mempertimbangkan pemukiman permanen. Meskipun demikian, rencana ini memerlukan persetujuan dari pemerintah Indonesia, kata laporan tersebut.
Langkah Israel ini sering dipandang sebagai upaya untuk mengurangi populasi Gaza dan mempermudah pencaplokan kembali wilayah tersebut. Banyak negara dan organisasi internasional melihat inisiatif ini sebagai bagian dari upaya Israel untuk mengurangi tekanan internasional terhadap tindakannya di Gaza.
Meskipun Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, saluran komunikasi khusus telah dibuka antara kedua negara untuk membahas program percontohan tersebut.
Jika uji coba ini berhasil, “departemen imigrasi pemerintah” akan mengambil alih tanggung jawab untuk menjalankan program ini, menurut laporan tersebut.
Menanggapi isu ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui informasi atau rencana apapun terkait pemindahan warga Gaza ke Indonesia.
“Pemerintah RI tidak pernah memperoleh informasi apapun, dari siapapun, maupun rencana apapun terkait relokasi sebagian dari dua juta penduduk Gaza ke Indonesia sebagai salah satu bagian dari upaya rekonstruksi pasca konflik,” kata Kemlu RI dalam keterangannya, Selasa (21/1/2025).
Dalam pernyataan resmi mereka pada 21 Januari 2025, Kemlu RI menegaskan bahwa Indonesia tetap menolak setiap upaya relokasi warga Gaza, yang menurut mereka hanya akan memperkuat pendudukan ilegal Israel di Palestina.
“Upaya untuk mengurangi penduduk Gaza hanya akan mempertahankan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan sejalan dengan strategi yang lebih besar yang bertujuan untuk mengusir orang Palestina dari Gaza,” kata Kemlu RI.

Leave a Reply