
JOSS.CO.ID, Semarang – Polda Jawa Tengah (Jateng) menggelar Rapat Kesiapan Cipta Kondisi Kamtibmas untuk membahas keamanan dan ketertiban bulan Ramadan hingga Idulfutri 2025 di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, pada Senin (3/3/2025) pagi.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Basya Radyananda, dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sektor, seperti pejabat utama Polda Jateng, Waka Polres, Kabag Ops, serta unsur eksternal seperti Kesbangpol, Satpol PP, Dinsos, dan Dikbud Provinsi Jateng.
Kombes Pol Basya Radyananda menegaskan empat strategi utama yang akan diterapkan Polda Jateng untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap terkendali. Salah satu fokus utamanya adalah Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang telah berlangsung sejak 20 Januari hingga 20 Februari 2025.
Operasi ini menargetkan pemberantasan penyakit masyarakat, seperti peredaran minuman keras, narkoba, dan praktik perjudian yang meresahkan.
Tak hanya itu, Polda Jateng juga memberikan perhatian khusus terhadap peredaran petasan ilegal. Langkah tegas ini diambil guna mencegah tragedi ledakan petasan yang pernah menimbulkan korban jiwa di berbagai daerah pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan strategi ini, diharapkan suasana Ramadan dan Idulfitri di Jawa Tengah tetap aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh satuan wilayah yang telah melaksanakan pengungkapan kasus dan merilis hasilnya kepada publik,” ujarnya.
Strategi kedua adalah menggelar Operasi Keselamatan Candi yang telah dilaksanakan selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025. Fokus utama operasi ini adalah mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi para pemudik.
“Tujuan operasi ini fokus pada mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas. Dengan demikian diharapkan dapat menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran,” jelasnya.
Selanjutnya, Polda Jateng juga akan menggelar Operasi Pekat Candi 2025 mulai 28 Februari hingga 19 Maret 2025. Operasi ini bertujuan untuk memberantas berbagai penyakit masyarakat dan tindak kriminalitas yang meresahkan, termasuk peredaran narkoba, perjudian, serta gangguan keamanan lain seperti balon udara liar yang kerap memicu gangguan penerbangan.
“Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk implementasi program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, terutama Asta Cita ke-7 yang berfokus pada pemberantasan narkoba,” lanjutnya.
Demi memastikan harkamtibmas yang kondusif selama bulan Ramadhan, Polda Jateng juga mengintensifkan kegiatan kepolisian dengan mengutamakan kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi upaya preventif, preemtif, dan penegakan hukum (gakkum) yang diwujudkan melalui kegiatan patroli pagi di area publik, patroli jalan raya, pengamanan kawasan permukiman, hingga penjagaan ketat di jalur tol dan objek vital lainnya.
“Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, potensi gangguan kamtibmas selama Ramadhan cukup beragam. Ini semua menjadi atensi khusus agar tidak terulang kembali tahun ini,” tegasnya.

Leave a Reply