DPRD Kota Semarang Minta Jalur Silayur Dikaji Biar Tak Makan Korban Lagi

Petugas kepolisian sedang melakukan patroli pengawasan terhadap truk bermuatan berat. (Foto: Pemkot Semarang).

JOSS.CO.ID, Semarang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendesak agar kajian terhadap jalur Silayur di Ngaliyan, Semarang segera dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang sering terjadi di kawasan tersebut.

“Jalur Silayur ini sudah dalam kondisi darurat. Harus segera ditangani karena potensi kecelakaannya sangat tinggi,” ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, M Rukiyanto AB, pada Sabtu (1/3/2025).

Jalur Silayur, yang terdiri dari tanjakan dan turunan curam, sering kali menjadi lokasi kecelakaan fatal, termasuk kecelakaan beruntun yang melibatkan rombongan TK dan sebuah truk pada Rabu (26/2/2025), yang menambah panjang daftar kecelakaan di jalur ini dalam lima tahun terakhir.

Menurut Rukiyanto, kontur jalan dari Jrakah menuju Mijen melalui Silayur memang sangat curam, begitu juga sebaliknya, turunan yang tajam sehingga berbahaya jika kendaraan tidak dalam kondisi baik.

“Saya melihat jalur Silayur ini mirip dengan jalur Hanoman dulu, yang memiliki kontur serupa. Jadi, kajian menyeluruh sangat diperlukan dari Pemkot Semarang,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa kajian yang dilakukan harus komprehensif, mengingat kontur jalan yang sangat curam dari arah Jrakah menuju Mijen.

“Membuat pelandaian di jalur Silayur sulit dilakukan karena jalurnya memang terus menanjak, curam. Kajian yang dibutuhkan harus menyeluruh,” katanya.

Rukiyanto juga mencatat bahwa di kawasan Mijen terdapat industri Bukit Semarang Baru (BSB), yang menyebabkan banyak kendaraan besar melintas di jalur Silayur. Hal ini berisiko jika kondisi kendaraan tidak optimal.

Meski aturan menyebutkan kendaraan besar hanya boleh lewat jalur Silayur pada malam hari, kecelakaan fatal tetap sering terjadi. Ditambah lagi, rencana pembangunan “exit tol” Ngaliyan yang akan meningkatkan kepadatan lalu lintas, menjadikan kajian terhadap jalur Silayur semakin mendesak.

Rukiyanto berharap Pemkot Semarang bisa merealisasikan pembangunan jalur Semarang Outer Ring Road (SORR) yang menghubungkan BSB dengan Mangkang, sebagai upaya untuk mengurangi kecelakaan di jalur Silayur.

“Kami berharap Pemkot Semarang bisa merancang jalur SORR sebagai pertimbangan dalam kajian ini. Yang jelas, kajian ini sangat mendesak,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Semarang telah menyiapkan tiga opsi untuk mengatasi kecelakaan di jalur Silayur, salah satunya dengan melandaikan tanjakan atau turunan di jalur tersebut.

“Solusi jangka pendek, menengah, dan panjang sudah dipersiapkan. Salah satu opsi jangka panjang adalah pelandaian jalur Silayur. Perencanaan harus dilakukan tahun ini, dan kami akan berkoordinasi dengan Dishub, DPU, dan stakeholder terkait,” ujar Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*