Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Pemkot Semarang Dirikan di Jalur Silayur 

Tanjakan Silayur Semarang. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang telah mendirikan Posko Terpadu Pemantauan Lalu Lintas untuk meningkatkan keselamatan di Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, khususnya di jalur Silayur yang rawan kecelakaan.

Langkah ini diambil setelah adanya kecelakaan beruntun yang melibatkan rombongan TK dan truk pada Rabu (26/2), menambah daftar panjang kecelakaan di jalur tersebut dalam lima tahun terakhir.

“Kami sudah mengadakan rapat koordinasi pada hari Kamis, (27/02) bersama Polrestabes Semarang, Jasa Raharja, dan Manajemen BSB City. Dari Pemkot Semarang sendiri ada dari Dishub, DPU, Distaru, Disdik, dan Bappeda. Kita duduk bersama membahas Pengamanan Jalur Silayur,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Semarang, Muhammad Khadhik, di Semarang, Senin (03/03/2025).

Posko terpadu yang selesai dibangun pada Jumat (28/2) ini berlokasi di samping Halte Bus, depan Taman Niaga, BSB City Semarang. Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polrestabes Semarang akan bertugas di posko tersebut untuk memantau pengaturan jam operasional kendaraan berat, yang hanya diperbolehkan melintas pada pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

“Apabila ada (pelanggaran) penindakan berupa penilangan, personil Satlantas Polrestabes Semarang akan melakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur dia.

Manajemen BSB City juga telah memberikan sosialisasi mengenai kendaraan besar yang melintasi kawasan industri BSB. Pada 24 November 2024, mereka mengedukasi 62 industri untuk memastikan kendaraan berbobot lebih dari 8 ton dalam kondisi prima dan tidak melintas di jam terlarang.

Sebagai langkah tambahan, petugas keamanan di kawasan BSB juga akan menghentikan kendaraan berat yang melintas pada waktu yang tidak diperbolehkan dan mengarahkan mereka ke area parkir dalam kawasan industri.

Dinas Perhubungan Kota Semarang kini menunggu rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memproses rencana pelandaian Jalur Silayur.

Pada November lalu, Dinas Perhubungan telah mengajukan opsi-opsi solusi, termasuk pelandaian jalur, yang diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan di masa depan.

Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga diminta segera menyusun feasibility study untuk pembangunan jalur penyelamat di Silayur dengan koordinasi yang intensif bersama pihak terkait.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keselamatan di Jalur Silayur dapat terjaga dan angka kecelakaan dapat berkurang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*